da Journal

Berawal dari bingung mau kasih hadiah ultah untuk adek gara-gara kantong tipis, tercetuslah ide untuk buat kartu ucapan ulang tahun. Kebetulan di rumah ada bahan-bahan bekas dari adek yang aku pikir bisa digunain. Dan langkah awal pikirkan konsep yang kan kamu tuangkan di kartu ucapan itu. Dan setelah berselancar beberapa kali di internet, tercetuslah ide desain dari kartu ucapan ulang tahun itu.



Alat dan bahan yang aku gunakan :
Laptop, untuk desain cover dari kartu ucapan
Karton duplex ukuran A4, lipat jadi dua
Kertas A4 bergambar foto adek yang diselingi dengan gambar lain, yang sebelumnya udah aku buat konsep di laptop.
Pernak pernik atau gambar yang mendukung, kalo aku sendiri hanya cari gambar kue tart, tulisan happy birthday dan gambar tumpukan kado.
Kertas berwarna berisi ucapan dan doa
Penggaris
Cutter atau gunting
Lem kertas

Bagaimana dengan prosesnya ??
Langkah awal, tempelkan kertas A4 yang akan dijadikan sebagai cover menggunakan lem kertas (silakan bisa menggunakan double tip atau lem lain untuk hasil maksimal), tunggu hingga mengering.



Tempelkan background yang akan digunakan, kalo aku menggunakan background warna coklat dengan hiasan balon di atas untuk sisi kanan, dan background coklat tanpa hiasan di sisi kiri.
Langkah selanjutnya silakan tempel pernak pernik atau gambar yang mendukung sesuai dengan keinginan kalian. Kalo untuk aku sendiri, aku menempatkan bendera bertuliskan happy birthday di sebelah kiri dengan kue tart berlilin 16 di posisi bawahnya. Kemudian di sisi kanan aku tempelkan kertas berisi dengan doa dan ucapan.



Dan selesai sudah prosesnya, bagaimana dengan hasilnya ?????

bagian depan

bagian dalam

Nah bagaimana, mudah sekali bukan untuk membuatnya. Kalian bisa mencoba sendiri di rumah tentunya dengan desain yang lebih kreatif dan lebih rapi.




Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sumber : arstory.blogdetik.com

Di #HariBloggerNasional ini merupakan awal yang baru untuk blog ini. Blog ini sengaja saya buat untuk memberikan posting yang lebih bermanfaat dibandingkan dengan blog saya satunya yang bersifat personal. Saya berharap di blog yang baru ini saya bisa lebih aktif untuk membuat postingan yang tidak hanya bermanfaat untuk saya tetapi untuk orang lain juga yang dapat bisa menghasilkan sesuatu. Dan semoga blog ini bisa bertahan lama dan saya dapat menorehkan kesan saya di #HariBloggerNasional tahun yang akan datang.
 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar























Judul Novel             :   On A Journey
Penulis                      :   Desi Puspitasari
Penerbit                    :   Bentang
Tahun Terbit           :   2013
Kota Terbit              :   Yogyakarta
Jumlah Halaman    :   262 halaman

Novel ini berkisahkan mengenai pengalaman perjalanan yang ditempuh Ruby Tuesday untuk melarikan diri dari seseorang yang dicintainya.
Penolakan Stine atas perasaannya membuat Ruby Tuesday berubah menjadi seorang drama queen. Menangis semalaman, mengunci diri sampai nekat kabur ke suatu tempat demi menghindari Stine. Dan yang membuat terlebih konyol, Ruby berencana mengayuh sepeda saat sampai di kota tujuannya kelak. Namun sepertinya takdir berkata lain, Ruby harus memulai perjalanan dengan sepeda jauh sebelum sampai di kota yang ia tuju. Di sepanjang perjalanan banyak sosok dan pengalaman yang ia temui. Dari sopir bus yang menipunya, seorang dokter dengan motor bututnya, pegawai dan pemilik kedai yang kehilangan orang yang paling dikasihinya, seorang pencuri sepeda demi menghidupi kekasihnya, seorang anak yang senang untuk melakukan perjalanan, dan seorang gadis muda yang tabah menghadapi kehamilan tanpa keluarga di sisinya. Semua sosok dan pengalaman itu membuat Ruby Tuesday melihat dan membuka hatinya. Selama ini ia hanya terkungkung dengan hidupnya sendiri dan merasa paling menderita. Padahal masih banyak orang luar yang lebih memprihatinkan dari hidupnya. Kisah tersebut akhirnya ia tuangkan dalam sebuah buku yang membawanya kembali bertemu dengan Stine dan sesorang yang benar-benar mencintainya.
Novel karya Desi Puspitasari ini sangat menarik untuk dibaca. Novel ini lebih banyak narasi dibanding dialog yang terkadang membuat bosan pembaca, namun untuk saya sendiri narasi ini menguatkan latar dan tokoh sehingga membawa pembaca masuk ke dalam cerita. Namun sejujurnya saya terkadang berpikir lebih keras untuk memahi setiap penggambaran yang dituliskan. Latar dari novel ini sangat menarik, dan apabila tidak melihat nama penulisnya pasti banyak yang mengira ini merupakan novel terjemahan. Novel ini mengandung pesan moral maupun sosial, di antaranya untuk selalu peduli dengan keadaan orang di luar dan lebih banyak untuk bersyukur akan kehidupan yang diberikan Tuhan. Overall menurut saya novel ini recomended banget untuk dibaca
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar


KEI
Kutemukan cinta di tengah perang






















Judul Novel             :   Kei
Pengarang                :   Erni Aladjai
Penerbit                    :   Gagas Media
Tahun Terbit           :   2013
Kota Terbit              :   Jakarta
Jumlah Halaman    :   254 halaman

Novel ini merupakan “Pemenang Unggulan Dewan Kesenian Jakarta 2012”, menceritakan tentang cinta yang tumbuh di tengah perang antara Namira Evav dan Sala.
Namira Evav merupakan gadis dari Kepulauan Kei, Maluku yang harus kehilangan orangtuanya dan terpisah oleh sahabatnya, Merry karena perang yang mengatasnamakan perbedaan. Sala sendiri kehilangan satu-satunya keluarga yaitu ibunya dalam perang tersebut. Sedangkan ayahnya, bahkan telah meninggalkannya sebelum dia lahir. Pertemuan mereka terjadi di pengungsian di tengah perang saudara dan sejak pertemuan itu timbullah benih cinta antara Namira dan Sala. Namun semakin kuat cinta mereka, banyak ujian yang menerpa. Mereka terpisah karena Namira terbawa kapal ke Makassar. Dan semenjak itu Sala memutuskan berhijrah ke Ibukota untuk memperoleh hidup yang lebih baik dan mengurangi rasa sakit akan kenangan bersama Namira.
Entah mengapa saya agak sulit mengikuti jalan ceritanya. Kemungkinan karena saya lebih terbiasa membaca kisah romance yang penuh dengan cinta. Dan setting waktu novel ini yang menurut saya asing karena pada saat itu saya belum terlahir. Namun saya akui penulis dari novel ini sangat apik dengan alur yang runtut dan gambaran tokoh yang jelas. Serta setting dan dramatisasi yang indah. Membawa pembaca masuk ke dalam situasi tahun 1990an.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

ME

Da journal
Lihat profil lengkapku

About me

I'm Indonesian. I'm moslem and I proud because it.

Visitor

Categories

Book (6) Review (6) KDrama (5) DIY (3) Traveling (3) Trip (3) #HariBloggerNasional (1) #InovasiBCA (1) #MyBCAExperience (1) Beauty (1) Food (1) Lifestyle (1) Perbankan (1) story (1)

Blog Archive

  • ►  2017 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (3)
  • ▼  2015 (5)
    • ▼  Oktober (2)
      • #1 [DIY] : A Simple Birthday Card
      • #HariBloggerNasional : Awal yang Baru
    • ►  Agustus (3)
      • [Review Novel] : On a Journey
      • [Review Novel] : "Kei" : Kutemukan Cinta di Tengah...

recent posts

Popular Post

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates