da Journal

Assalamualaikum readers
Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada kalian cara membuat birthday banner dalam rangka birthday sepupu saya yang masih kecil. Kenapa sih susah-susah buat ? Ngga beli aja di toko kebutuhan pesta ? Simple answer : NGIRIT. Lumayan kan bahannya ada dirumah semua sekalian bisa isi waktu senggang.OK let’s read !!!

First, desain dulu motif bannernya di pc atau laptop. Setelah itu bisa kalian print ya, pastikan tinta warna kalian full biar warnanya ngga kecampur.
Second, siapkan alat dan bahan. Bahan yang dibutuhkan yaitu kertas A4 80gr (optional), print design, lem, double tip,sama benang kasur. Untuk alatnya cukup menggunakan gunting.



Third, gunting desain yang sudah diprint, maka bentuknya segitiga terbalik.
Fourth, tempelkan potongan tersebut pada kertas A4 80 gr. Langkah ini bisa kalian skip kalau desain kalian print menggunakan karton atau asturo.



Lalu gunting kembali, dan hasilnya seperti ini



Fifth, tempelkan double tip pada bagian atas potongan tersebut satu persatu dan rekatkan. Usahakan beri sedikit lubang untuk memasukkan benang. 




SARAN, untuk mempermudah memasukkan benang, silakan kalian atur banner secara urut, lalu letakkan benang diatas banner tersebut baru rekatkan double tip-nya.
Whoilaa. Jadilah birthday bannernya!!!




Bagaimana simple bukan ? Semoga DIY kali ini bermanfaat bagi kalian semua. Terimakasih.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Di zaman modern seperti ini, diperlukan sebuah solusi untuk memudah nasabah bertransaksi tanpa harus meninggalkan tempat kerja dan membutuhkan banyak waktu. Untuk itu BCA menawarkan produk yang sangat sesuai untuk para nasabah dengan kesibukan tinggi yaitu KlikBCA



KlikBCA merupakan salah satu produk e-banking BCA yang dapat diakses melalui internet di komputer maupun laptop. Dan juga dapat Anda akses melalui smartphone. KlikBCA sendiri dibagi menjadi dua yaitu KlikBCA Individu (KBI) yang digunakan untuk perseorangan dan KlikBCA Bisnis (KBB) yang digunakan untuk perusahaan.
Pada kesempatan kali ini saya akan membahas mengenai KlikBCA Individu (KBI) yang sudah saya gunakan selama hampir setahun. Banyak nasabah yang belum mengetahui bagaimana untuk mendaftar KlikBCA Individu (KBI). Tak perlu khawatir, saya akan memberitahu bagaimana mudahnya mendaftar KlikBCA.
Anda hanya perlu mendaftar melalui ATM BCA. Silakan masukan paspor BCA dan PIN Anda. Pilih menu Daftar E-Banking, kemudian pilih Internet Banking. Setelah itu layar akan meminta Anda untuk memasukkan PIN. PIN yang dimaksud adalah PIN untuk KlikBCA Anda berupa 6 digit angka. Silakan konfirmasi PIN KlikBCA Anda kembali. Setelah itu, layar akan memunculkan User ID KlikBCA Anda berupa alfanumerik dan proses selesai. Anda akan mendapatkan bukti struk berupa User ID Anda. Dengan menggunakan user ID tersebut, Anda sudah dapat menggunakan KlikBCA untuk transaksi non finansial. Transaksi non finansial adalah transaksi yang tidak melibatkan uang seperti pembelian, pembayaran ataupun transfer.

KlikBCA



Silakan Anda bisa masuk melalui www.klikbca.com. Pilih Individu. Setelah itu Anda akan diminta untuk memasukkan user ID dan PIN KlikBCA Anda. Anda diminta untuk menyetujui syarat ketentuan KlikBCA, lanjutkan. Andapun sudah dapat menggunakan KlikBCA untuk melihat informasi berupa info saldo maupun mutasi rekening.
Lantas bagaimana saya bisa menggunakan KlikBCA untuk transaksi finansial ? Anda cukup datang ke cabang BCA manapun dengan membawa paspor serta buku tabungan BCA Anda dan menunjukkan user ID KlikBCA. Anda akan diberikan KeyBCA untuk membantu transaksi finansial Anda. Customer Service BCA akan dengan senang hati membantu Anda untuk mengaktifkan KlikBCA dan KeyBCA Anda agar dapat digunakan untuk transaksi finansial. Dan dalam 1 x 24 jam Anda sudah dapat melakukan transaksi finasial, seperti pembelian, pembayaran, transfer dana, dll. Sebagai informasi, untuk mendapatkan KeyBCA, Anda dibebankan biaya administrasi (kalau belum berubah sebesar Rp 10.000,-).
Bagaimana mudah bukan untuk mendapatkan KlikBCA? Dengan menggunakan KlikBCA, banyak juga keuntungan yang bisa Anda dapatkan, diantaranya :

  • Keamanan dan kerahasiaan Anda terjamin, karena KeyBCA akan melakukan password yang berbeda saat Anda melakukan transaksi.
  • Anda dapat melakukan transaksi dimanapun dan kapanpun karena KlikBCA dapat Anda akses 7 x 24 jam melalui internet di komputer maupun smartphone Anda.
  • Anda layaknya memiliki ATM pribadi, karena transaksi di KlikBCA dirancang seperti ATM, yaitu pembelian, pembayaran, transfer dana, e-commerce, informasi rekening, dll (kecuali tarik tunai).
Setelah membaca ulasan dari saya, mudah bukan untuk mendapatkan KlikBCA? Apalagi dengan keuntungan dan kemudahan yang diberikan, tak perlu ragu untuk mempunyai produk BCA yang satu ini. Apalagi untuk Anda yang sibuk dan mempunyai bisnis online di rumah. Tak perlu banyak waktu untuk melakukan transaksi karena dapat dilakukan dengan mudah melalui komputer atau smartphone Anda

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

src : jadiberita.com


HUJAN. Ada yang sangat suka dengan hujan? Atau sebaliknya? Kalau saya pribadi suka dengan hujan, kenapa? Ketika hujan aroma tanah basah membuat hati saya tentram. Selain itu di saat hujan, kita bisa melepaskan kesedihan di tengah rintik karena air hujan dapat menyamarkan air mata kita saat menangis. 
Pada postingan kali ini berbekal dengan novel pinjaman, saya akan me-review novel karya Tere Liye – Hujan. Nah ini merupakan kali pertama saya membaca novel karya Tere Liye. Dan bagaimana isi dari novel ini serta bagaimana kesan saya setelah membaca novel ini. Let’s see.

src : goodreads.com



  • Judul Novel :   Hujan
  • Pengarang :   Tere Liye
  • Penerbit          :   Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit :   Januari 2016
  • Kota Terbit :   Jakarta
  • Jumlah Hal :   320

Dibuka dengan setting tahun 2050. Seorang gadis berusia 21 tahun, sedang berbaring di sebuah rumah sakit. Dia adalah Lail. Ditemani seorang dokter ahli saraf, Elijah, dia bermaksud untuk menghapus semua kenangannya yang berhubungan dengan HUJAN. Dari ruangan itulah mengalir kisah mengenai dirinya.
Setting berpindah ke tahun 2042, dimana peristiwa besar terjadi dalam kehidupan Lail. Pada pagi itu gerimis, Lail berangkat sekolah dengan diantar oleh ibunya menggunakan kereta api bawah tanah. Namun sebelum sampai di sekolah, peristiwa besar terjadi. Gunung purba yang berada di dataran lain meletus dengan dahsyat dan mengakibatkan dampak yang sangat besar. Gempa terjadi di wilayah Lail dan ia menjadi yatim piatu. Namun peristiwa mempertemukannya dengan seorang anak laki-laki yang juga selamat bersama dirinya, Esok. 
Hari demi hari Lail mulai dapat menerima keadaannya. Ia kembeli ceria. Semua ini berkat Esok. Belum lama Lail merasakan kebahagian bersama Esok, kabar mengejutkan menghampirinya. Esok berkata bahwa setelah situasi kembali normal, Esok harus ikut dengan saudaranya untuk melanjutkan sekolahnya. Tak pelak Lail harus merelakan Esok untuk sementara waktu.
Lail memulai hari-harinya di sebuah panti asuhan. Ia bertemu dengan teman baru yang bernama Maria. Maria anak yang ceria dan suka menggoda Lail, tak heran Lail mudah berteman dengan Maria. Hari-hari mereka diisi dengan bersekolah dan berketrampilan, hingga suatu hari mereka memutuskan bergabung menjadi tim relawan. Hingga mereka berdua mendapat penghargaan karena menyelamatkan warga desa dari banjir bandang. 
Hubungan Lail dan Esok pun berjalan dengan baik, meskipun mereka hanya dapat bertemu satu tahun sekali. Hubungan yang mereka jalin itu lama kelamaan mengubah perasaan Lail begitu juga Esok. Namun kesalahpahaman muncul disaat Lail membutuhkan kepastian Esok dan ia memutuskan menghapus semua kenangannya.
Lalu apa yang akan terjadi dan bagaimana Esok ? Silakan dibaca sendiri ya kawan.

Novel ini cukup membuat saya terkesan dengan latar di masa depan. Dengan penggambaran yang apik, membuat saya ikut masuk ke era modern. Penggambaran dan karakter tokoh yang cukup kuat membuat saya terhanyut dalam suasana tokoh. Alur dari cerita mengenai cinta dan persahabatan. Selain itu, penulis banyak menyisipkan rangkaian kata indah yang dapat membuat pembaca terkagum. Berikut ini beberapa kalimat yang menurut saya indah.

"Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa"

"Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu"

"Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya."

"Ciri-ciri orang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Mereka yakin dan ragu dalam satu hela napas. Mereka senang sekaligus cemas menunggu hari esok."

"Hidup ini juga memang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari kapan kita akan berhenti menunggu."

"Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan."

Pesan yang dapat saya ambil dari novel ini adalah 

"Berbicara dan berkata jujur dengan hati adalah suatu hal yeng penting dalam suatu hubungan, entah pertemanan ataupun cinta"

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Assalamualaikum readers.. Setelah sekian lama ngga posting, kali ini saya bakal posting hal yang berbeda dibanding posting sebelumnya. Let's see...
WARDAH. Kalo kalian dengar kata itu pasti langsung tahu kan??? Wardah merupakan salah satu brand kosmetik yang cukup terkenal di negara kita ini ya. Selain produk kosmetik, Wardah juga memiliki produk untuk perawatan wanita. Untuk menunjang pemasaran produk tersebut, Wardah membuka pusat kosmetik serta pusat perawatan yang dinamakan Wardah Beauty House & Beauty Store.

src : instagram.com/wbh_semarang

Setelah sukses membuka Wardah Beauty House & Beauty Store di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Medan dan Surabaya. Pada bulan Mei lalu Wardah kembali membuka cabang di kota Semarang. Nah,, pada akhir Ramadhan lalu saya menyempatkan diri untuk mampir di Wardah Beauty House & Beauty Store Semarang yang terletak di Jalan Sriwijaya No. 70 (sebelah Superindo Sriwijaya).

src : instagram.com/wbh_semarang

Begitu masuk di dalam store, saya disambut dengan warna serba hijau tosca khas Wardah. Beberapa etalase untuk menempatkan tester produk Wardah dari produk kecantikan maupun produk perawatan. Jadi kalian bisa coba dulu sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan takut atau ragu untuk bertanya kepada Beauty Advisor-nya. Mereka bakal dengan ramah membantu produk yang kalian cari. Pada kesempatan itu saya mencoba membeli beberapa produk; lip palette pinky peach, double function kit dan staylash liquid eyeliner. 

Nah, selain menyediakan kosmetik, Wardah Beauty House & Beauty Store juga melayani perawatan bagi kalian. 

src : instagram.com/wbh_semarang

Hampir setiap bulan, Wardah Beauty House & Beauty Store mengadakan make up class dan menawarkan beberapa promo special. Biar nggak ketinggalan kalian bisa follow langsung instagramnya ya guys  ---> Wardah Beauty House Semarang







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Ibu Yoo Seul melarang Yoo Seul naik sepeda dan juga bergaul dengan Cha Sik karena menurutnya tampang Cha Sik seperti orang urakan. Namun apa tanggapan Yoo Seul? Ia tak terima Cha Sik dijelek-jelekkan oleh Ibunya. Bahkan Yoo Seul menganggap Ibunyalah yang buruk karena selalu memaksakan kehendak sehingga ia tidak dapat melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh anaknya. Ibu Yoo Seul marah dan memukul putrinya. Yoo Seul sangat kaget, ia pun mengeluarkan semua perasaannya selama ini. Ibu Yoo Seul kaget mendengar pengakuan anaknya. Ia pun mencoba merenungkan apa yang dikatakan anaknya.



Pagi ini Cha Sik kembali menjemput Yoo Seul. Dan ada yang beda dengan penampilan Cha Sik hari ini, ia tampak sangat rapi. Cha Sik pun menyapa Ibu Yoo Seul yang kebetulan ada di depan rumah. Tak lama Yoo Seul keluar dan segera meminta Cha Sik untuk mengantarnya ke sekolah. Dalam perjalanan Yoo Seul meminta maaf atas perlakuan ibunya dan merepotkan Cha Sik. Cha Sik tak lantas menerima permintaan Yoo Seul. Ia meminta Yoo Seul untuk memainkan satu lagu dengan piano di jalan yang biasa ia lewati. Awalnya Yoo Seul tak mau, namun karena merasa berhutang dengan Cha Sik akhirnya Yoo Seul menyanggupinya. Cha Sik pun sangat menikmati permainan Yoo Seul.



Keesokan harinya merupakan jadwal olahraga bagi Yoo Seul. Seperti biasa mereka harus berganti pakaian sebelum berolahraga. Yoo Seul sendiri tak biasa untuk berganti pakaian dengan teman-temannya sehingga ia meminta Cha Sik untuk mengantarkannya ke ruang kosong. Namun apa yang terjadi setelah itu? Seorang siswa merekam Yoo Seul saat berganti pakaian. Tak disangka Jin Mok yang melihat itu memukul siswa tersebut sehingga membuat tangannya terluka.

Karena tangannya terluka, Jin Mok mengatakan kepada bahwanya ia tidak bisa tampil saat acara pernikahan kerabatnya. Namun apa tanggapan dari ayahnya, ia tidak mengkhawatirkan luka di tangan Jin Mok malah mengkhawatirkan siapa yang bisa menggantikan penampilan Jin Mok. Hal itu membuat Jin Mok kecewa.



Cha Sik melihat ada kompetisi duet bermain piano di papan pengumuman. Ia bertekad akan mengikuti kompetisi dengan mengajak Yoo Seul seperti di mimpinya. Namun siswa lain meremehkan kemampuannya. Cha Sik pun tak terima, ia mengatakan bahwa ia merupakan anak dari seorang pianis terkenal, Hyun Mung Sae dan memperlihatkan foto ibunya dengan Hyun Myung Sae. Siswa lain makin mengoloknya. Ia makin ingin membuktikan kalau ia bisa ikut kompetisi itu. Cha Sik pun mencari Yoo Seul untuk mengajaknya bergabung dalam kompetisi itu. Namun apa tanggapan Yoo Seul?? Sama seperti siswa lainnya. Yoo Seul menganggap Cha Sik sudah gila karena ia nekat mengikuti kompetisi padahal ia sama sekali tidak mempunyai basic bermusik. Cha Sik terlihat lesu mendengar komentar Yoo Seul.



Sepanjang perjalanan pulang Cha Sik menjadi pendiam. Yoo Seul merasa tidak enak dengan perubahan Cha Sik. Tiba-tiba Cha Sik memberhentikan sepedanya di sebuah jalanan yang tersedia piano. Ia mengatakan kepada Yoo Seul apakah kalo ia bisa memainkan lagu yang pernah dimainkan Yoo Sebelumnya, Yoo Seul mau diajak untuk mengikuti kompetisi itu. Yoo Seul tak percaya kepada Cha Sik, ia menuduh Cha Sik membawa siswa lain untuk memainkan piano itu. Untuk meyakinkan Yoo Seul, Cha Sik pun meletakkan jari Yoo Seul di atas tangannya. Cha Sik mulai mengalunkan piano perlahan. Permainan piano Cha Sik cukup membuat Yoo Seul terpukau melihat Cha Sik yang sama sekali tidak mempunyai background bermusik. Karena permainan itu, Yoo Seul mau diajak Cha Sik untuk mengikuti kompetisi.

Lalu bagaimanakah dengan kompetisi itu ? Apakah mereka akan memenangkannya ? Dan apakah Cha Sik dapat bertemu dengan Hyun Mung Sae?? Nantikan postingan berikutnya. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yoo Seul mulai bersekolah kembali. Ia bersikeras untuk berangkat sekolah tanpa ditemani ibunya. Di tempat lain Jin Mok sedang menunggu jemputan bus sekolah bersama teman-temannya. Beberapa temannya membicarakan Yoo Seul. Mereka sangat prihatin akan apa yang dialami Yoo Seul. Mendengar itu, Jin Mok pun memutuskan untuk melihat Yoo Seul. Jin Mok mengawasi Yoo Seul dari belakang. Dia terus mengawasi Yoo Seul dari naik bus hingga sampai sekolah. Bahkan membantu Yoo Seul untuk memakai sendalnya.


Teman sekelas mereka heran melihat perlakuan Jin Mok pada Yoo Seul karena Jin Mok merupakan musuh Yoo Seul. Saat istirahat tiba, suatu insiden terjadi. Yoo Seul tidak sengaja menumpahkan berisi makanan temannya. Ia meminta maaf kepada yang mempunyai nampan dan mencoba merapikan isi dari nampan yang tumpah. Tiba-tiba Jin Mok membangunkan Yoo Seul agar tidak membersihkan tumpahan makanan. Hal itu membuat temannya menjadi makin heran.
Cha Sik mulai bangkit kembali dari keterpurukan. Ia memutuskan untuk mendaftar di SMA Seni Han Joo. Namun ia ditolak karena SMA Seni Han Joo tidak dapat menerima siswa di pertengahan tahun. Di sudut lain terlihat Yoo Seul bersama seorang guru membicarakan hal yang cukup serius. Guru itu menyarankan Yoo Seul mencari pemandu untuk membantunya selama di sekolah. Secara tak terduga Jin Mok menawarkan diri untuk menjadi pemandu Yoo Seul. Yoo Seul menolak mentah-mentah Jin Mok. Ia lebih memilih tanpa pemandu dibanding ia harus berhubungan dengan Jin Mok.



Tiba-tiba Cha Sik menawarkan diri untuk menjadi Yoo Seul. Karena itu cara satu-satunya agar dia bisa bersekolah. Yoo Seul terkejut dan segera menyadari siapa yang baru saja mengajukan diri menjadi pemandunya. Sedikit terjadi perdebatan antara Yoo Seul dan Cha Sik. Namun Cha Sik bersikeras menjadi pemandu Yoo Seul. Bahkan ia meminta maaf atas perbuatan sebelumnya. Melihat itu, Jin Mok tak terima ia pun bersitegang dengan Cha Sik. Yoo Seul akhirnya memutuskan siapa yang akan menjadi pemandunya untuk memisahkan Jin Mok dan Cha Sik. Dan akhirnya dia memilih Cha Sik. Pelajaran pertama dilalui dengan tidak baik karena Cha Sik tidak mengerti istilah dalam seni musik dan tokohnya.
Selepas pelajaran Yoo Seul ke kamar mandi sendiri tanpa ditemani Cha Sik. Disana ia bertemu Jin Mok. Jin Mok mempertanyakan mengapa Yoo Seul lebih memilih Cha Sik dibanding dengan dirinya. Yoo Seul menganggap bantuan Jin Mok itu hanya untuk mengejeknya. Padahal Jin Mok tidak berpikiran seperti itu. Ia mengajak Yoo Seul untuk berteman, namun Yoo Seul menolaknya. Saat pulang sekolah pun tiba, Cha Sik menawarkan diri untuk mengantar Yoo Seul pulang ke rumah. Namun lagi-lagi Yoo Seul menolaknya. Cha Sik lantas tak menyerah, ia pun tetap mengawasi Yoo Seul.


Hari masih pagi, namun Cha Sik sudah bersiap untuk pergi ke perpustakaan dahulu sebelum ke kelas. Ia belajar mengenai musik. Ia berusaha untuk menjadi pemandu yang baik untuk Yoo Seul. Dan salut dia mulai dapat mengikuti pelajaran yang diberikan. Sontak hal tersebut membuat siswa lain takjub. Saat pulang sekolah Cha Sik kembali mengikuti Yoo Seul dari belakang. Saat sampai di sebuah taman, tongkat Yoo Seul tak sengaja mengenai seekor anjing. Sontak anjing itu menyalak dan membuat Yoo Seul kaget dan terjatuh. Cha Sik pun membantu Yoo Seul untuk bangun dan memperingatkan pemilik anjing agar menjaga annjingnya lebih baik. Karena peristiwa itu Yoo Seul mau tak mau menerima tawaran Cha Sik untuk mengantarnya pulang dengan membonceng sepeda. Selama dibonceng, Yoo Seul merasa sangat bahagia karena sebelumnya ia tidak pernah bermain sepeda. Ia sangat menikmati saat membonceng Cha Sik.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Yoo Seul. Dan ternyata Ibu Yoo Seul sudah menunggu di depan rumah. Cha Sik pun memperkenalkan diri kepada Ibu Yoo Seul. Namun respon Ibu Yoo Seul tidak terlihat ramah. Ibu Yoo Seul menyuruh Cha Sik pulang dan membawa Yoo Seul masuk. Saat akan pulang, Cha Sik melihat tongkat Yoo Seul terjatuh. Ia kemudian mengambilnya dan berniat untuk mengembalikannya, Namun saat ia akan mengetuk pintu, ia mendengarkan Ibu Yoo Seul yang sedang memarahi Yoo Seul. Lantas apakah yang membuat Ibu Yoo Seul marah ?? Dan bagaimana jawaban Yoo Seul ??

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum readers, sebelum baca ini intip yang ini dulu ya [KDRAMA] PAGE TURNER EPS 1 PART II



Mobil yang dikendarai ibu Yoo Seul mengalami kecelakaan. Luka luar Yoo Seul tidak parah. Hanya saja saraf optik mata Yoo Seul rusak dan menyebabkan dia buta. Ibu Yoo Seul tidak dapat menerima kenyataan anaknya buta dan tetap memaksa Yoo Seul untuk tetap bermain piano.



Cha Sik mengalami insiden saat pendaratan. Organ yang terkena tongkat galahnya tidak menyebabkan masalah. Hanya saja beberapa tulang belakangnya harus ada yang dibenahi dengan operasi. Dan pasca operasi dokter menyarankan untuk menghentikan olahraga mengingat olahraga merupakan aktivitas yang berat dan dikhawatirkan dapat mengganggu tulang belakangnya.


Jin Mok syok mendengar Yoo Seul mengalami kecelakaan. Ia pun memutuskan menjenguk Yoo Seul dengan membawa bunga. Di rumah sakit Yoo Seul bertemu Cha Sik. Yoo Seul menanyakan jalan menuju atap kepada Cha Sik. Cha Sik pun menawarkan untuk mengantar Yoo Seul. Dari kejauhan terlihat Jin Mok melihat ke arah Yoo Seul dan merasa sangat bersalah melihat Yoo Seul buta. Jin Mok diam-diam mengikuti Yoo Seul dan Cha Sik. Setelah sampai di tempat yang mereka tuju, Cha Sik meninggalkan Yoo Seul. Yoo Seul memanjat pagar pembatas dan mencoba melompat. Belum sempat ia terjun, Jin Mok mencegah perbuatan Yoo Seul. Saat itulah Yoo Seul meluapkan semua perasaan kecewanya terhadap Jin Mok dan ibunya. Yoo Seul mengakatakan bahwa perilaku ibunya yang memaksanya untuk bermain piano itu disebabkan sakit hati ibunya pada Jin Mok . Setelah meluapkan semuanya, Yoo Seul pun melompat. Tak disangka Cha Sik menangkap tubuh Yoo Seul. Tak disangka ternyata Cha Sik tidak membawa Yoo Seul ke atap gedung melainkan ke parkiran. Yoo Seul marah karena Cha Sik menipunya. Cha Sik pun membalas bahwa Yoo Seul salah kalo ia menyalahkan ibunya maupun Jin Mok.



Setelah menyelamatkan Yoo Seul, Cha Sik bergegas pulang bersama ibunya. Hujan turun saat mereka akan pulang. Ibu Cha Sik mencoba membuka payung namun payung itu terlempar membuat Cha Sik tertawa terbaha-bahak. Namun tawa Cha Sik berubah menjadi air mata. Ibu Cha Sik menyadari ada yang tak beres dengan anaknya. Dia pun memeluk Cha Sik mencoba menenangkan putranya. Cha Sik terluka karena menganggap kemampuan yang ia banggakan hilang.



Sejak diagnosa dokter yang tidak memperbolehkan Cha Sik berolahraga, membuatnya murung dan malas makan. Ibu Cha Sik prihatin melihat keadaan putranya. Ia pun mencari cara untuk menghibur Cha Sik. Ibunya menceritakan mengenai ayah Cha Sik yang jenius dan kemampuannya menurun kepada Cha Sik. Ayah Cha Sik merupakan seorang pianis. Cha Sik mulai mengingat ketertarikannya pada alunan piano saat ia masih kecil. Cha Sik pun mulai bersemangat untuk menjadi seseorang yang hebat seperti ayahnya. Lalu apa yang akan dilakukan Cha Sik untuk mewujudkannya ?



Di rumah Yoo Seul, ibu Yoo Seul masih tak mengerti perasaan putrinya dan masih meminta Yoo Seul untuk berlatih piano. Ibunya juga mengatakan akan menjadi pendampingnya selama di sekolah. Tiba-tiba Yoo Seul mengingat selama hidupnya ia terlalu menurut. Ia mengingat perkataan Cha Sik untuk tidak menyalahkan ibunya atas semua kejadian yang ia alami. Yoo Seul pun menolak untuk didampingi ibunya ke sekolah. Ia ingin mandiri. Dan satu keinginan lainnya ia meminta untuk berhenti bermain piano. Lantas bagaimana kehidupan Yoo Seul di sekolah setelah ia buta ???
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

source : asianwiki.com


Drama : Page Turner
Pemain : Kim So-Hyun, Ji Soo, Shin Jae-Ha, Ye Ji-Won, Hwang Young-Hee
Channel : KBS2
Episode : 3
Tanggal Rilis : 26 Maret - 9 April 2016


Drama ini bercerita tentang kehidupan tiga orang remaja yaitu Yoon Yoo Seul, Seo Jin Mok, dan Jeong Cha Sik.
Yoon Yoo Seul (Kim So-Hyun)merupakan siswa peringkat satu Jurusan Piano di SMA Seni Han Joo. Yoo Seul sangat handal bermain piano bahkan tanpa melihat notasi balok. Ia mendapatkan bakat dari ibunya yang merupakan guru piano
Seo Jin Mok (Shin Jae-Ha) merupakan siswa peringkat dua Jurusan Piano di SMA Seni Han Joo. Jin Mok merupakan rival dari Yoo Seul. Dia berambisi ingin merebut peringkat Yoo Seul. Ia sering disebut “psikopat” karena saat bermain piano dia tidak bisa menciptakan feel sesuai dengan lagu.
Jeong Cha Sik (Ji Soo)merupakan atlet Nasional Lompat Galah dari SMA Atletik Woo Jeong. Cha Sik merupakan siswa yang mudah tersinggung dan sedikit temperamental. Namun Cha Sik sangat menyayangi dan menghargai ibunya. 




Diceritakan, Yoo Seul diantarkan ibunya ke sekolah untuk mengikuti ujian. Undian pertama ujian jatuh pada Jin Mok. Guru menawarkan kepada muridnya siapa yang akan menjadi page turner (pembuka halaman buku notasi) bagi Jin Mok. Yoo Seul pun menawarkan diri. Sontak teman-temannya heran mengingat hubungan mereka cukup sengit. Ibu Yoo Seul berpesan apabila dia ingin menjatuhkan musik, Yoo Seul harus sengaja membuka buku notasi dengan lamban. Namun itu tidak dilakukan Yoo Seul, ia membukakan buku notasi Jin Mok dengan baik.




Di sela-sela permainan Jin Mok, Yoo Seul membayangkan masa kecil saat ia ikut ibunya memberikan les privat piano Jin Mok. Ibu Yoo Seul meminta Jin Mok untuk memainkan piano dengan perasaan. Namun Jin Mok tidak terima dengan perkataan ibu Yoo Seul dan meminta ayahnya untuk mengganti guru pianonya. Jin Mok tidak ingin diajar oleh guru piano yang tidak pernah mendapatkan pendidikan di luar negeri. Ibu Yoo Seul meminta untuk tetap menjadi guru Jin Mok. Namun ayah Jin Mok tidak dapat menolak permintaan ayahnya dan meminta Ibu Yoo Seul untuk selanjutnya tidak mengajar lagi. Yoo Seul keberatan dengan Jin Mok. Dia kemudian mencontohkan kepada Jin Mok bagaimana bermain piano seperti apa yang dikatakan ibunya. Sontak Ibu Yoo Seul kaget melihat putrinya dapat bermain piano dengan benar walaupun dia tak pernah mengajari putrinya. Jin Mok tak suka melihat Yoo Seul dibanggakan oleh ibunya lantas menjept jari Yoo Seul. Ibu Yoo Seul pun marah atas perlakuan Jin Mook dan berjanji pada dirinya sendiri tak akan pernah mengajar Jin Mok lagi.




Kembali ke ujian, sekarang giliran Yoo Seul yang mendapatkan kesempatan untuk memainkan piano. Dan tanpa disangka Jin Mok menawarkan untuk menjadi page turner. Dan tanpa diduga saat seharusnya Jin Mok membalik buku notasi untuk Yoo Seul, dia malah menjatuhkannya. Permainan piano pun terhenti sejenak. Namun tak lama Yoo Seul melanjutkan kembali permainannya tanpa melihat notasi. Hal itu membuat para guru dan audience berdecak kagum.




Di setting lainnya yaitu kompetisi lompat galah. Jeong Cha Sik sedang menunggu giliran untuk melompat. Saat itu ia melihat tas ibunya tidak sengaja dijatuhkan oleh seorang wanita dan bibi itu tidak meminta maaf. Melihat hal itu Cha Sik tidak terima dan mulai memaki bibi itu. Bibi itu membawa spanduk menyemangati anaknya. Cha Sik yang melihat, menantang anak bibi itu. Ia berkata akan mengalahkan anak bibi itu dan ternyata anak bibi itu adalah Atlet Nasional peringkat satu. Cha Sik pun semakin berambisi mengalahkannya. Ia pun mencoba mengungguli anak bibi itu dan tak disangka ia pun berhasil. Cha Sik pun kembali mencoba menaikkan rekornya. Namun terdapat insiden yang menyebabkan Cha Sik harus dibawa ke rumah sakit. Apakah insiden itu dan bagaimana keadaan Cha Sik?





Kembali ke Yoo Seul, selepas ujian Yoo Seul tak sengaja bertemu dengan Jin Mok. Yoo Seul sempat bersitegang dengan Jin Mok dengan melontarkan hinaan. Jin Mok pun terluka dan ia berdoa agar orang yang menghina dia diberikan balasan setimpal. Selepas doa yang dipanjatkan Jin Mok, terjadi peristiwa yang mengubah Yoo Seul apakah itu?

To Be Continued ... 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
src : asianwiki.com

“Kita tak akan pernah tahu akan mendapatkan teman dimana dan seperti apa
Bisa saja melalui peristiwa yang tak terduga
Bisa saja orang yang awalnya tak kau sukai bisa menjadi teman
Kau tak akan tega melukai temanmu meski terkadang dia bisa saja tega melukaimu
Apabila kau menganggap seseorang itu teman, kau akan percaya meski bisa saja dia berkhianat
Kepercayaan penuh pada temanmu dapat membuatnya urung untuk berkhianat
Dan kembali seutuhnya kepadamu bahkan lebih dari sebelumnya”
___ Me

Sedikit pesan yang bisa saya ambil dari Korean Drama “Moorim School”.

src : dramafever.com

Bercerita mengenai seorang idola, Yoon Shi Woo (Lee Hyun-Woo) yang memutuskan untuk rehat di puncak ketenarannya dengan alasan gangguan pendengaran yang ia alami. Sang manajer pun menyetujuinya, namun dibalik itu semua sang manajer mencoba menurunkan karier Shi Woo dengan skandal atas skenario manajernya. Shi Woo dituduh meninggalkan teman wanitanya yang sedang diganggu oleh preman suruhan. Padahal sebenarnya ia mengejar paparazzi dan teman wanitanya itu diselamatkan oleh seorang karyawan kafe cepat saji, Shim Soon Duk (Seo Ye-Ji).
Di situasi lain, Wang Chi Ang (Lee Hong Bin) seorang pewaris Sang Hae Group yang baru saja tiba dari luar negeri menolak tujuan ayahnya untuk memasukkannya di Moorim School. Ia pun mencoba melarikan diri dari pengawal ayahnya dengan melompat ke laut dan pada saat itu Chi Ang diselamatkan oleh Soon Duk. Dan sejak saat itu Chi Ang mulai menyukai Soon Duk. Ia bertekad akan mengikuti kemanapun Soon Duk pergi. Saat tersadar Chi Ang sudah berada di rumah Soon Duk dan ia mengetahui bahwa Soon Duk bersekolah di Moorim. Chi Ang pun memutuskan setuju untuk ke Moorim demi kebahagian ibunya dan demi mengejar Soon Duk.
Shi Woo mulai mencari Moorim School berniat untuk menyembuhkan gangguan pendengarannya seperti apa yang dikatakan penggemarnya, Hwang Sun A (Jeong Eu-Gene) saat konser. Ia memacu mobilnya mengikuti petunjuk GPS dan tibalah dia di tepi hutan. Diapun masuk ke hutan untuk mencari letak Moorim School. Tak disangka, ia bertemu dengan Soon Duk. Shi Woo pun meminta Soon Duk untuk mengklarifikasi perihal skandalnya. Di saat bersamaan Chi Ang yang mengetahui Soon Duk didekati oleh Shi Woo berusaha menyerang. Dan pada saat itulah segel dari Moorim School terbuka.
Moorim School adalah sekolah bela diri terbaik yang letaknya tersembunyi. Hanya kepala sekolah, Hwang Moo Song (Shin Hyun-Joon) dan orang tertentu yang dapat membuka segel dari Moorim School. Dengan terbukanya segel Moorim School membuat tanda tanya Kepala Sekolah, Guru, dan siswa. Siapakah sebenarnya dari kedua orang yang mempunyai kekuatan lebih? Chi Ang atau Shi Woo?
Chi Ang dan Shi Woo harus berbagi kamar seperti siswa lainnya. Mereka selalu bertentangan dan tak mau mengalah satu sama lain. Pada suatu ketika Shi Woo menyinggung hal yang sensitif bagi Chi Ang. Alhasil Chi Ang marah dan memukul Shi Woo. Hwang Moo Song yang mendengarpun marah dan ia memberi hukuman apabila di antara Shi Woo dan Chi Ang yang dapat sampai ke Puncak Moorim akan tetap bertahan dan yang lainnya harus keluar.
Singkat cerita karena perjalanan ke Puncak Moorim, Chi Ang dan Shi Woo menjadi akrab dan mereka berdua tidak ada yang keluar karena mereka mempertahankan satu sama lain. Merekapun berteman baik. Namun ujian mereka tak berhenti disitu. Chi Ang cemburu buta karena Soon Duk lebih dekat dengan Shi Woo dan diapun mulai menjauhi Shi Woo.
Di suatu malam Shi Woo sepat tertidur karena dentingan melodi piano yang dimainkan Sun A, hal itu mengingatkan akan masa kecilnya walaupun ia sendiri tak mengetahui bagaimana masa kecil dan siapa orangtuanya. Namun ada kalanya ia bermimpi melihat anak kecil yang menangis di tengah kobaran api. Siapakah anak kecil itu sebenarnya?
Suatu ketika Presdir Wang Ha-O (ayah Chi Ang) mensponsori Moorim School untuk liburan. Hal ini diluar dari peraturan sekolah yang memperbolehkan siswanya untuk ke dunia luar. Di saat itu terjadilah peristiwa penculikan Soon Duk. Namun ternyata target sebenarnya bukanlah Soon Duk melainkan Sun A. Karena peristiwa ini siswa terpaksa harus kembali ke sekolah dan Chi Ang terluka karena berusaha  menyelamatkan Soon Duk. Sebenarnya siapakah dalang dibalik semua ini? Dan apa tujuannya?
Di situasi lain seorang laki-laki yang baru saja terbangun dari komanya selama delapan belas tahun sedang berjalan-jalan di tengah kota. Chae Yoon (Shin Sung-Woo), tak sengaja menemukan Shi Woo yang sedang kesakitan karena gangguan pendengarannya. Chae Yoon pun mencoba menyembuhkan dengan cara yang sama seperti kepala sekolah Hwang. Dan saat Shi Woo menanyakan apa hubungannya Chae Yoon dengan Moorim ia sudah menghilang.
Peristiwa kesalahan penculikan mendorong Kepala Sekolah Hwang Moo Song untuk mencari tahu dibalik peristiwa ini. Dia memutuskan Kompetisi Moorim yang biasanya hanya ditujukan untuk kalangan tertutup pada tahun ini dibuka untuk umum. Pada tahun-tahun sebelumnya pemenang dari kompetisi ini berhak menjadi pewaris Moorim School dan mendapatkan kunci Chintamani yang memiliki kekuatan. Para siswa bersemangat untuk mengikuti kompetisi ini. Chi Ang bertekad untuk memenangkan kompetisi ini dan mengalahkan siapapun tak peduli itu temannya untuk kebahagiaan ibunya. Shi Woo pun bertekad menang untuk mengetahui masa lalunya yang berhubungan dengan sekolah dan kunci Chintamani tanpa melukai siapapun. Pada saat semifinal Chi Ang dan Shi Woo bertanding sengit. Dan seperti prinsip Shi Woo dia tak akan melukai temannya. Dan apa yang dia tunjukkan??? Suatu peristiwa besar mengejutkan para penonton. Chi Ang kalah dari Shi Woo. Ia merasa dipermalukan terlebih ayahnya juga menyaksikannya. Setelah peristiwa itu terdapat peristiwa yang membuat kompetisi dibatalkan.
Setelah peristiwa itu banyak fakta yang terungkap. Semuanya memiliki keterkaitan satu sama lain. Siapa sebenarnya Sun A, tujuan ayah Chiang meminta Chiang untuk ke Moorim School, dalang dibalik semua kekacauan saat kompetisi, peyebab kebutaan ayah Soon Duk, masa kecil Shi Woo, dan peristiwa delapan belas tahun lalu yang menyebabkan Chae Yoon koma.

Sekian sedikit cuplikan dari Korean Drama "Moorim School". Mohon maaf banyak yang tidak bisa diceritakan dengan detil karena akan menjadi panjang x lebar dan kurang seru apabila saya menceritakannya. Silakan untuk yang tertarik dan penasaran dapat mendownloadnya di penyedia jasa Kdrama. Gomawo.  (“_”) *peace*



Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum readers!!!
Kali ini saya akan menceritakan pengalaman naik kereta Kedungsepur untuk pertama kalinya. Perjalanan ini saya lakukan pada hari terakhir di tahun 2015 bersama adik dan ibu saya. 

sumber : kanalsatu.com

Berangkat pada pagi hari di akhir tahun 2015, kami menuju ke Stasiun Poncol. Sesampainya kami membeli tiket di loket dengan menyerahkan identitas masing-masing kami. Untuk biaya pada saat itu yaitu Rp 25.000,- per orang. Setelah mendapatkan tiket kami menunggu sebentar untuk masuk ke ruang tunggu stasiun. Tak lama setelah itu tampak kereta Kedungsepur melaju dari arah timur. Kamipun segera masuk memilih tempat duduk. Kesan pertama saat memasuki kereta ini adalah takjub. Why? Karena interior kereta tampak mewah untuk kereta lokal. Bersih, berpendingin, dan tidak ada yang berjualan di dalam kereta.


Kereta berangkat pukul 6.15. Pada saat itu, penumpang tidak terlalu banyak. Masih banyak tempat duduk yang kosong di tigas gerbong kereta. Kereta ini berhenti di beberapa stasiun seperti Tawang, Alastua, Brumbung, Gubug, Sedadi, dan Ngrombo. Tujuan kami kali ini adalah stasiun Sedadi yang dekat dengan rumah nenek kami, Kami menempuh perjalanan selama kurang lebih dua setengah jam untuk sampai. Pada sore harinya kami kembali menumpang Kedungsepur untuk kembali ke Semarang. Sembari menunggu Kedungsepur dari Stasiun Ngrombo, saya sempat mengambil foto di Stasiun Sedadi.


Sekadar informasi, mulai Januari 2016, tarif Kedungsepur menjadi Rp 10.000,-/orang. Dengan tarif ini diharapkan penumpang mengalami kenaikan. Dan warga Semarang yang belum pernah menumpang kereta dapat menjajal kereta murah ini. Sayang sekali kan apabila ada kereta murah dengan fasilitas lebih diberhentikan karena kurang peminatnya. Bagaimana kalian tertarik untuk sekadar berwisata dengan kereta???




Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Selepas membahas wisata yang ada di Kabupaten Rembang (Pantai Karangjahe dan HutanMangrove Desa Pasar Banggi), kali ini saya akan membahas mengenai salah satu buah tangan yang dapat kalian bawa setelah mengunjungi daerah ini yaitu “Madu Mongso Kawis”. Namun sebelumnya kalian harus mengenal dahulu apa dan bagaimana buah kawista itu.

 
sumber : http://www.tanamanobat.net

Buah kawis atau kawista adalah kerabat dekat maja dan masih dan masih termasuk dalam suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Kawista merupakan buah asli India dan Srilangka. Buah Kawis memiliki ciri khas berbentuk bulat berdiameter 10 – 12 cm, berkulit keras, bersisik dan berwarna coklat putih. 



Daging buahnya berbau harum berwarna coklat kehitaman. Bagian dalam daging buah berupa pasta campur biji dan serat serta batas segmen buah. Warna pasta daging buah ini cokelat gelap, sepintas seperti daging buah yang sudah busuk. Aroma kawis sangat khas. Tidak ada buah dengan aroma seperti ini. Rasa kawis agak masam dengan sedikit manis. (sumber : Foragri)
Kandungan Daging buah kawista sekitar sepertiga dari volume buah. Kandungan pektin buah segarnya adalah 3-5%. Setiap 100 gram daging buah mengandung: 74 gram air, 8 gram protein, 1,5 gram lemak, 7,5 gram karbohidrat, dan 5 gram abu. Dalam 100 gram bagian biji terkandung: 4 gram air, 26 gram protein, 27 gram lemak, 35 gram karbohidrat, dan 5 gram abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam sitrat, asam kalium, kalsium, dan fe. (sumber : Foragri)


Madu Mongso "Kawis" merupakan salah satu olahan buah kawista yang terbuat dari daging buah kawis, tape ketan putih, gula siwalan, gula pasir, NB, Sodium, dan minyak sayur. Olahan ini diproduksi oleh Perusahaan Karya Bakti Makanan & Minuman REMBANG - JATENG. Satu dus Madu Mongso "Kawis" dihargai Rp 25.000,-/18 biji dengan kemasan 6 dus kecil di dalamnya yang berisi tiga buah gulung Madu Mongso "Kawis". Rasa dari olahan ini asam legit khas kawista. Rasa asam berasal dari buah dan tape ketan putih bercampur manis dari gula pasir serta gula siwalan. Madu Mongso "Kawis" dapat bertahan hingga empat bulan lamanya, namun saya sarankan lebih kalian konsumsi sebelum sebulan karena berdasarkan pengalaman saya rasa Madu Mongso "Kawis" yang terlalu lama disimpan akan berubah. Berdasarkan informasi dari pengolah Madu Mongso "Kawis", kalian dapat menemukan olahan ini di Toko Ramayana dan Toko Lumba-Lumba.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

ME

Da journal
Lihat profil lengkapku

About me

I'm Indonesian. I'm moslem and I proud because it.

Visitor

Categories

Book (6) Review (6) KDrama (5) DIY (3) Traveling (3) Trip (3) #HariBloggerNasional (1) #InovasiBCA (1) #MyBCAExperience (1) Beauty (1) Food (1) Lifestyle (1) Perbankan (1) story (1)

Blog Archive

  • ►  2017 (4)
    • ►  Maret (1)
    • ►  Februari (3)
  • ▼  2016 (13)
    • ▼  November (1)
      • #2 [DIY] : Birthday Banner
    • ►  Oktober (1)
      • Transaksi Lebih Mudah dengan KlikBCA
    • ►  September (1)
      • [Review Novel] : Hujan
    • ►  Juli (1)
      • Wardah Beauty House Semarang
    • ►  April (2)
      • [Kdrama] : Page Turner Eps 2 Part II
      • [Kdrama] : Page Turner Eps 2 Part I
    • ►  Maret (4)
      • [Kdrama] Page Turner Eps 1 Part II
      • [Kdrama] : Page Turner Eps 1 Part I
      • [Kdrama] Pesan Dari Moorim
      • #3 Trip : Travelling with Kedungsepur
    • ►  Januari (3)
      • [Food] Madu Mongso Kawista
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (3)

recent posts

Popular Post

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates