Setelah
dua seri BUMI dan BULAN, pasti kalian tak sabar untuk membaca review
selanjutnya. Let’s read guys!
“Hidup ini adalah
petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka
jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik”
___ 362, Matahari
Judul
Buku : Matahari
Penulis : Tere Liye
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Kota
Terbit : Jakarta
Tahun
terbit : 2016
Halaman : 400
Mereka
sampai di Klan Bulan, tepatnya di rumah Ilo. Ilo dan Vey tampak terkejut melihat
keadaan Ily. Beberapa menit kemudian tangis Vey pecah, Ilo tampak meminta
penjelasan, sedangkan Ou masih tak mengerti apa yang sedang terjadi. Av
menceritakan apa yang dialami Ily di Klan Matahari. Sore hari itu pula, upacara
pemakaman Ily dilakukan secara khidmat dipimpin Tog, Panglima Timur Klan Bulan.
Selepas acara pemakaman; Raib, Seli, dan Ali kembali ke Klan Bumi untuk
melanjutkan hidup mereka. Av dan Miss Selena memberi pesan agar tidak
menyinggung soal klan lain dan tidak menggunakan buku matematika Ra untuk
membuka portal antar klan.
Empat
bulan selepas perjalanan ke Klan Matahari, mereka kembali menghabiskan banyak
kegiatan di sekolah. Dan yang paling mengagetkan, Ali yang tak pernah sekalipun
terlihat bermain basket mendadak menjadi idola basket di sekolah. Bahkan karena
Ali tim basket mereka bisa masuk ke final. Sorak sorai penonton memenuhi
lapangan basket tempat pertandingan final digelar. Babak pertama berlangsung
amat sengit dan lambat, pemain lawan mendesak mereka dengan tubuhnya yang
besar. Masuk ke pertandingan babak kedua, saat Ali akan melakukan tembakan
seorang pemain lawan menubruknya, membuat Ali emosi. Ra yang mengetahui bahwa
itu merupakan fase sebelum Ali berubah jadi beruang raksasa mencoba menyerap
cahaya dengan sarung tangannya. Ra pun menggandeng Seli untuk menuju ke tengah
lapangan menyelamatkan Ali. Namun tak disangka Ali sudah tak ada dan ternyata
ia dibawa oleh benda asing menuju ke rumahnya.
ILY,
begitu benda asing itu disebut yang rupanya kapsul terbang buatan Ali. Kapsul
ini mempunyai kemampuan seperti Raib dan Seli. Awalnya Ali membuat ini untuk
mencegah transformasinya menjadi beruang raksasa. Namun akhirnya ia
berinisiatif membuatnya sebagai alat transportasi untuk menjelajahi Klan
Bintang setelah Ra menolak menggunakan buku matematikanya untuk menuju Klan
Bintang.
Setelah
meyakinkan Seli dan Raib, Ali akhirnya berhasil mengajak mereka untuk melakukan
perjalanan ke Klan Bintang. Kali ini Raib benar-benar meminta ijin kepada
orangtuanya. Dan disaat itu pulalah identitasnya terungkap. Mereka akan berangkat
ke Klan Bintang saat ulangan semester usai.
Hari
keberangkatan pun tiba, mereka menaiki ILY menuju gerbang dimana lorong berada.
Namun rupanya tak semudah itu, gerbang tersebut dijaga oleh seekor ular
raksasa. Setelah cukup lama, akhirnya Ra dan Seli mampu melumpuhkan ular itu.
Perjalanan mereka ke Klan Bintang baru saja dimulai.
Beberapa
jam awal mereka masih saja melewati lorong tanpa arah. Saat Ra bertugas jaga
mereka akhirnya sampai di persimpangan. Awalnya tak ada yang membahayakan,
namun setelah beberapa saat terdengar desisan dan muncullah sosok ular raksasa
seperti yang mereka temui sebelumnya makin banyak. Dengan sarung tangan Matahari
milik Seli akhirnya mereka dapat melarikan diri.
Setelah
hampir seharian menelusuri lorong, tampak ruang lagi namun kali ini berbeda
bentuk. Kristal lancip muncul dari atas aupun bawah, seperti stalagtit dan
stalagmit. Karena lorong yang akan lewati selanjutnya tertutup tiang kristal,
kembali Ra dan Seli harus menghancurkannya. Namun belum semua mereka hancurkan
muncul kelelawar raksasa. Mereka mencoba menghindarinya, namun sulit. Hampir
saja ILY terbanting karena tertimpa beberapa kelelawar. Ra pun berinisiatif
menghancurkan kembali tiang kristal. Rupanya kelelawar yang lainnya menyadari
keberadaan Ra. Kepalang tanggung, Ra lekas menyelesaikan tugasnya. Saat ia
hampir menghancurkan tiang kristal terakhir, dua kelelawar siap menerkamnya.
Beruntung dua orang berhasil menyelamatkannya dan mengusir kelelawar.
Saat
ini Raib, Seli, dan Ali tengah berada di pemukiman Klan Bintang setelah
digiring sosok yang menolong mereka. Mereka diterima di sebuah rumah tetua yang
ternyata keturunan Klan Bulan, Faarazaraaf. Mengetahui kedatangan tamu istimewa
Faar nampak senang dan mengisahkan sejarah Klan Bintang. Namun kesenangan
mereka berhenti saat keesokan harinya Armada Pasukan Bintang membawa mereka ke
Kota Zaramaraz untuk dikarantina. Dengan bantuan Panglima Armada Kedua, Laarataraal
mereka dapat meloloskan diri dan bertemu dengan Kaareterraak, seorang koki hebat
di Klan Bintang untuk meminta bantuan agar mereka dapat kembali ke klan
permukaan. Saat mereka bingung bagaimana cara kembali, Ali ingat bahwa Ra
mempunyai Buku Kehidupan yang dapat
membawa mereka dengan mudah. Namun malang tak dapat ditolak, Buku Kehidupan Ra hilang. Mereka menduga
bahwa buku itu dibawa oleh Sekrestaris Dewan yang menyukai barang antik.
Dengan
blueprint milik Meeraxareem, saat ini
Raib, Seli dan Ali sudah berada di markas Dewan Kota. Tak mudah untuk mencapai
tempat ini. Keamanan tingkat tinggi diterapkan disini. Dengan menggunakan
barang bawaan Meer dan Faar mereka berhasil menemukan buku milik Ra. Namun
sayang sebelum mereka berhasil keluar dari gedung itu Pasukan Bintang sudah
mengepung. Mau tidak mau pertempuran terjadi lagi. Setelah berlangsung cukup
alot, Ra, Seli dan Ali bersama Kaar dan Faar harus rela dibawa ke penjara Klan
Bintang.
Ra
terbangun dari pingsan, ternyata sudah empat hari ia tak sadarkan diri. Ali
berada di sel samping. Sedangkan Seli, berada di sel lain. Ia mendengar bahwa
Pasukan Bintang membekukan lengannya agar tidak bisa digunakan. Ra masih
mencoba mencari cara bagaimana ia keluar dan menyelamatkan Seli juga lainnya. Teringat
dengan Buku Kehidupan miliknya, ia
mencoba membukanya dengan pin yang ditinggalkan ibu kandungnya saat ia lahir.
Berhasil Buku Kehidupan itu berubah
seketika. Ia mencari jawaban atas masalahnya. Namun nihil buku itu berkisah
tentang pencapaian hebat keturunan murni Klan Bulan dengan menggunakan kekuatan
yang mereka miliki. Raib mencoba mengingat kemampuan apa yang sudah dimilikinya
sejak kecil. Menghilang. Saat waktu pemeriksaan rutin Pasukan Bintang, ia
mencoba menghilangkan tubuhnya secara penuh dan berhasil. Ia segera membawa Ali
.untuk menemukan Seli.
Dengan
mudah Raib dan Seli menerobos Pasukan Bintang yang panik karena tahanan mereka menghilang.
Kekuatan Raib bertambah besar membuat detektor canggih Klan Bintang tidak dapat
mendeteksinya. Saat di sel tahanan Seli mereka memutuskan untuk bertarung
dengan Pasukan Bintang yang menjaga. Dibawah desakan Ali dan Raib, Pasukan
Bintang membebaskan Seli. Namun tak sampai disitu ternyata Pasukan Bintang yang
lain sudah menunggu mereka. Sekarang giliran Seli melumpuhkan senjata Pasukan
Bintang dengan kekuatannya. Kembali tak berkutik, Ra, Seli, dan Ali berhasil
menyelamatkan Faar dan Kaar. Sebelum Ra sempat mengucapkan tujuannya kepada Buku Kehidupan, portal besar terbuka
menunjukkan pesawat yang berisi Sekretaris Dewan. Sebelum akhirnya portal itu
menutup kembali mereka berhasil masuk ke pesawat itu.
Sekretaris
Dewan tampak terkejut tahanannya muncul di ruangannya. Ia tampak takut namun
seketika senyumnya mengembang tatkala mengetahui Ra, Seli, dan Ali akan kembali
ke klan permukaan. Ternyata Sekretaris Dewan itu sudah mempunyai rencana untuk
menghancurkan tiga klan permukaan lain dengan membuka pasak bumi yang dapat
menimbulkan bencana besar. Mendengar semua hal itu, Faar dan Kaar berencana
menahan Sekretaris Dewan. Mereka meminta kepada Ra, Seli, dan Ali untuk
melaporkan rencana Dewan Kota Zaaramaraaz kepada klan permukaan. Tak banyak
waktu, Ra segera membuka Buku Kehidupan menuju
ruangan Av di Perpustakaan Sentral Klan Bulan. Akankah ada pertarungan yang
lebih besar ? Tunggu seri terakhir dari seri BUMI untuk mengetahuinya.
Masih
dengan serial BUMI, setelah membaca BULAN, kini seri ketiganya yaitu MATAHARI.
Saya masih takjub dengan penulis bagaimana bisa ia membuat novel yang sama
sekali tak pernah terfikirkan dibalut dengan alasan logis yaitu ilmu
pengetahuan. Di novel kali ini kita diajak untuk berkeliling ke Klan Bintang
yang sangat misterius dengan peralatan super canggih buatan Ali. Di novel ini
sosok Ali makin menarik, begitu juga Raib dan Seli yang makin memiliki
kemampuan hebat dari asal klan mereka. Berbeda dengan novel sebelumnya, BULAN;
dengan banyak menggambarkan setting bentang alam. Di novel ini kalian akan
banyak disuguhkan gambaran teknologi tercanggih antar klan. Sangat menarik
bukan. Pada seri ketiga ini mereka benar-benar berpetualang sendiri tampan
kehadiran Av dan Miss Selena, namun dibantu dengan penduduk Klan Bintang; Faar,
Maar, dan Kaar. Banyak rahasia terbesar Klan Bintang yang akhirnya terbongkar.
Namun sejujurnya saya kurang menyukai ending dari novel ini. Mengapa?? Karena ending novel ini sukses membuat saya
penasaran dan ingin segera membaca seri terakhir BINTANG. Baiklah sampai
bertemu di review terakhir dari serial BUMI.


