da Journal

Assalamualaikum readers,  pada kesempatan kali ini saya akan mencoba share cara membuat origami bunga. Mungkin sudah cukup banyak yang tahu tapi tak ada salahnya untuk berbagi ilmu. Let’s check this post.

Apa yang harus disediakan? Kalian cukup sediakan kertas origami, gunting atau cutter dan double tip.



I’ll start first step. Sediakan kertas origami yang sudah dibagi empat. Lipat sehingga membentuk segitiga



Kemudian lipat dua sisi membentuk segiempat



Next, ambil sisi satu bentuk menyamping. Lakukan pada sisi lainnya.



Lipat sisa kertas yang berbentuk segitiga, seperti gambar di bawah



Lalu lipat sisi kanan dan kiri ke bawah dan beri selotip.



Lekatkan kedua sisi sehingga membentuk kelopak. Dan rangkai lima kelompok menjadi sebuah bunga




Bagaimana kawan ? Mudah bukan cara membuatnya ? Lekas ambil peralatan yang kalian punya dan coba untuk membuatnya. Semoga bermanfaat. Terimakasih.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Setelah dua seri BUMI dan BULAN, pasti kalian tak sabar untuk membaca review selanjutnya. Let’s read guys!

“Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik”
___ 362, Matahari



Judul Buku     : Matahari
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit     : Jakarta
Tahun terbit   : 2016
Halaman         : 400

Mereka sampai di Klan Bulan, tepatnya di rumah Ilo. Ilo dan Vey tampak terkejut melihat keadaan Ily. Beberapa menit kemudian tangis Vey pecah, Ilo tampak meminta penjelasan, sedangkan Ou masih tak mengerti apa yang sedang terjadi. Av menceritakan apa yang dialami Ily di Klan Matahari. Sore hari itu pula, upacara pemakaman Ily dilakukan secara khidmat dipimpin Tog, Panglima Timur Klan Bulan. Selepas acara pemakaman; Raib, Seli, dan Ali kembali ke Klan Bumi untuk melanjutkan hidup mereka. Av dan Miss Selena memberi pesan agar tidak menyinggung soal klan lain dan tidak menggunakan buku matematika Ra untuk membuka portal antar klan.

Empat bulan selepas perjalanan ke Klan Matahari, mereka kembali menghabiskan banyak kegiatan di sekolah. Dan yang paling mengagetkan, Ali yang tak pernah sekalipun terlihat bermain basket mendadak menjadi idola basket di sekolah. Bahkan karena Ali tim basket mereka bisa masuk ke final. Sorak sorai penonton memenuhi lapangan basket tempat pertandingan final digelar. Babak pertama berlangsung amat sengit dan lambat, pemain lawan mendesak mereka dengan tubuhnya yang besar. Masuk ke pertandingan babak kedua, saat Ali akan melakukan tembakan seorang pemain lawan menubruknya, membuat Ali emosi. Ra yang mengetahui bahwa itu merupakan fase sebelum Ali berubah jadi beruang raksasa mencoba menyerap cahaya dengan sarung tangannya. Ra pun menggandeng Seli untuk menuju ke tengah lapangan menyelamatkan Ali. Namun tak disangka Ali sudah tak ada dan ternyata ia dibawa oleh benda asing menuju ke rumahnya.
ILY, begitu benda asing itu disebut yang rupanya kapsul terbang buatan Ali. Kapsul ini mempunyai kemampuan seperti Raib dan Seli. Awalnya Ali membuat ini untuk mencegah transformasinya menjadi beruang raksasa. Namun akhirnya ia berinisiatif membuatnya sebagai alat transportasi untuk menjelajahi Klan Bintang setelah Ra menolak menggunakan buku matematikanya untuk menuju Klan Bintang.
Setelah meyakinkan Seli dan Raib, Ali akhirnya berhasil mengajak mereka untuk melakukan perjalanan ke Klan Bintang. Kali ini Raib benar-benar meminta ijin kepada orangtuanya. Dan disaat itu pulalah identitasnya terungkap. Mereka akan berangkat ke Klan Bintang saat ulangan semester usai.
Hari keberangkatan pun tiba, mereka menaiki ILY menuju gerbang dimana lorong berada. Namun rupanya tak semudah itu, gerbang tersebut dijaga oleh seekor ular raksasa. Setelah cukup lama, akhirnya Ra dan Seli mampu melumpuhkan ular itu. Perjalanan mereka ke Klan Bintang baru saja dimulai.
Beberapa jam awal mereka masih saja melewati lorong tanpa arah. Saat Ra bertugas jaga mereka akhirnya sampai di persimpangan. Awalnya tak ada yang membahayakan, namun setelah beberapa saat terdengar desisan dan muncullah sosok ular raksasa seperti yang mereka temui sebelumnya makin banyak. Dengan sarung tangan Matahari milik Seli akhirnya mereka dapat melarikan diri.
Setelah hampir seharian menelusuri lorong, tampak ruang lagi namun kali ini berbeda bentuk. Kristal lancip muncul dari atas aupun bawah, seperti stalagtit dan stalagmit. Karena lorong yang akan lewati selanjutnya tertutup tiang kristal, kembali Ra dan Seli harus menghancurkannya. Namun belum semua mereka hancurkan muncul kelelawar raksasa. Mereka mencoba menghindarinya, namun sulit. Hampir saja ILY terbanting karena tertimpa beberapa kelelawar. Ra pun berinisiatif menghancurkan kembali tiang kristal. Rupanya kelelawar yang lainnya menyadari keberadaan Ra. Kepalang tanggung, Ra lekas menyelesaikan tugasnya. Saat ia hampir menghancurkan tiang kristal terakhir, dua kelelawar siap menerkamnya. Beruntung dua orang berhasil menyelamatkannya dan mengusir kelelawar.
Saat ini Raib, Seli, dan Ali tengah berada di pemukiman Klan Bintang setelah digiring sosok yang menolong mereka. Mereka diterima di sebuah rumah tetua yang ternyata keturunan Klan Bulan, Faarazaraaf. Mengetahui kedatangan tamu istimewa Faar nampak senang dan mengisahkan sejarah Klan Bintang. Namun kesenangan mereka berhenti saat keesokan harinya Armada Pasukan Bintang membawa mereka ke Kota Zaramaraz untuk dikarantina. Dengan bantuan Panglima Armada Kedua, Laarataraal mereka dapat meloloskan diri dan bertemu dengan Kaareterraak, seorang koki hebat di Klan Bintang untuk meminta bantuan agar mereka dapat kembali ke klan permukaan. Saat mereka bingung bagaimana cara kembali, Ali ingat bahwa Ra mempunyai Buku Kehidupan yang dapat membawa mereka dengan mudah. Namun malang tak dapat ditolak, Buku Kehidupan Ra hilang. Mereka menduga bahwa buku itu dibawa oleh Sekrestaris Dewan yang menyukai barang antik.
Dengan blueprint milik Meeraxareem, saat ini Raib, Seli dan Ali sudah berada di markas Dewan Kota. Tak mudah untuk mencapai tempat ini. Keamanan tingkat tinggi diterapkan disini. Dengan menggunakan barang bawaan Meer dan Faar mereka berhasil menemukan buku milik Ra. Namun sayang sebelum mereka berhasil keluar dari gedung itu Pasukan Bintang sudah mengepung. Mau tidak mau pertempuran terjadi lagi. Setelah berlangsung cukup alot, Ra, Seli dan Ali bersama Kaar dan Faar harus rela dibawa ke penjara Klan Bintang.
Ra terbangun dari pingsan, ternyata sudah empat hari ia tak sadarkan diri. Ali berada di sel samping. Sedangkan Seli, berada di sel lain. Ia mendengar bahwa Pasukan Bintang membekukan lengannya agar tidak bisa digunakan. Ra masih mencoba mencari cara bagaimana ia keluar dan menyelamatkan Seli juga lainnya. Teringat dengan Buku Kehidupan miliknya, ia mencoba membukanya dengan pin yang ditinggalkan ibu kandungnya saat ia lahir. Berhasil Buku Kehidupan itu berubah seketika. Ia mencari jawaban atas masalahnya. Namun nihil buku itu berkisah tentang pencapaian hebat keturunan murni Klan Bulan dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki. Raib mencoba mengingat kemampuan apa yang sudah dimilikinya sejak kecil. Menghilang. Saat waktu pemeriksaan rutin Pasukan Bintang, ia mencoba menghilangkan tubuhnya secara penuh dan berhasil. Ia segera membawa Ali .untuk menemukan Seli.
Dengan mudah Raib dan Seli menerobos Pasukan Bintang yang panik karena tahanan mereka menghilang. Kekuatan Raib bertambah besar membuat detektor canggih Klan Bintang tidak dapat mendeteksinya. Saat di sel tahanan Seli mereka memutuskan untuk bertarung dengan Pasukan Bintang yang menjaga. Dibawah desakan Ali dan Raib, Pasukan Bintang membebaskan Seli. Namun tak sampai disitu ternyata Pasukan Bintang yang lain sudah menunggu mereka. Sekarang giliran Seli melumpuhkan senjata Pasukan Bintang dengan kekuatannya. Kembali tak berkutik, Ra, Seli, dan Ali berhasil menyelamatkan Faar dan Kaar. Sebelum Ra sempat mengucapkan tujuannya kepada Buku Kehidupan, portal besar terbuka menunjukkan pesawat yang berisi Sekretaris Dewan. Sebelum akhirnya portal itu menutup kembali mereka berhasil masuk ke pesawat itu.
Sekretaris Dewan tampak terkejut tahanannya muncul di ruangannya. Ia tampak takut namun seketika senyumnya mengembang tatkala mengetahui Ra, Seli, dan Ali akan kembali ke klan permukaan. Ternyata Sekretaris Dewan itu sudah mempunyai rencana untuk menghancurkan tiga klan permukaan lain dengan membuka pasak bumi yang dapat menimbulkan bencana besar. Mendengar semua hal itu, Faar dan Kaar berencana menahan Sekretaris Dewan. Mereka meminta kepada Ra, Seli, dan Ali untuk melaporkan rencana Dewan Kota Zaaramaraaz kepada klan permukaan. Tak banyak waktu, Ra segera membuka Buku Kehidupan menuju ruangan Av di Perpustakaan Sentral Klan Bulan. Akankah ada pertarungan yang lebih besar ? Tunggu seri terakhir dari seri BUMI untuk mengetahuinya.

Masih dengan serial BUMI, setelah membaca BULAN, kini seri ketiganya yaitu MATAHARI. Saya masih takjub dengan penulis bagaimana bisa ia membuat novel yang sama sekali tak pernah terfikirkan dibalut dengan alasan logis yaitu ilmu pengetahuan. Di novel kali ini kita diajak untuk berkeliling ke Klan Bintang yang sangat misterius dengan peralatan super canggih buatan Ali. Di novel ini sosok Ali makin menarik, begitu juga Raib dan Seli yang makin memiliki kemampuan hebat dari asal klan mereka. Berbeda dengan novel sebelumnya, BULAN; dengan banyak menggambarkan setting bentang alam. Di novel ini kalian akan banyak disuguhkan gambaran teknologi tercanggih antar klan. Sangat menarik bukan. Pada seri ketiga ini mereka benar-benar berpetualang sendiri tampan kehadiran Av dan Miss Selena, namun dibantu dengan penduduk Klan Bintang; Faar, Maar, dan Kaar. Banyak rahasia terbesar Klan Bintang yang akhirnya terbongkar. Namun sejujurnya saya kurang menyukai ending dari novel ini. Mengapa?? Karena ending novel ini sukses membuat saya penasaran dan ingin segera membaca seri terakhir BINTANG. Baiklah sampai bertemu di review terakhir dari serial BUMI.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Next posting masih berhubungan sama postingan sebelumnya BUMI.


Judul Buku     : Bulan
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit     : Jakarta
Tahun terbit   : 2015
Halaman         : 400

Novel ini merupakan seri kedua dari “Bumi”. Masih bercerita mengenai petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan yang berbeda.
Sekembalinya mereka dari Klan Bulan, Miss Selena meminta mereka untuk tidak membahas apa yang terjadi di Klan Bulan . Miss Selena meminta mereka menunggu sampai ia kembali dari dari tugas yang diberikan, Av.
Miss Selena adalah guru matematika mereka bertiga yang ternyata berasal dari Klan Bulan. Ia sengaja menjadi guru matematika karena mengetahui bahwa Ra, Seli, dan Ali merupakan murid yang istimewa. Raib yang merupakan putri dari Klan Bulan dan mampu menghilang. Seli, seorang anak dari keturunan Klan Matahari yang memiliki kemampuan telekinetik. Serta, Ali anak asli Klan Bumi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Setelah enam bulan sejak petualangan di Klan Bulan, akhirnya Miss Selena muncul. Ia membawa beberapa berita, diantaranya Miss Selena masih belum mengetahui siapa orangtua Ra sebenarnya. Dan berita yang mengejutkan adalah mereka bertiga akan diajak berkunjung ke Klan Matahari sebagai delegasi untuk menjalin hubungan baik dan mengabarkan ancaman Tamus. Mereka akan berangkat selepas ujian semester.
Hari ini merupakan keberangkatan mereka ke Klan Matahari. Dengan alasan berlibur dengan keluarga Seli, Ra meminta ijin kepada orangtuanya. Mereka berangkat dari rumah Seli. Tak hanya Ra, Seli, dan Ali; empat delegasi dari Klan Bulan turut serta yaitu Miss Selena, Av, dan Ily. Av merupakan penjaga Perpustakaan Sentral Klan Bulan yang memiliki kekuatan menenangkan dan menyembuhkan. Dan Ily , si tampan ini merupakan putra sulung Ilo yang menggantikan posisi ayahnya. Mereka berangkat menggunakan buku matematika Ra – Buku Kehidupan. Setelah berpamitan dengan orang tua Seli, satu persatu dari mereka berangkat menuju Klan Matahari.
Tanpa disangka kedatangan mereka disaat sedang diadakannya Festival Bunga Matahari yaitu kompetisi dimana perwakilan dari pemuda hebat Klan Matahari akan berebut untuk menemukan Bunga Matahari yang pertama mekar. Dan yang lebih mengejutkan lagi, mendadak Raib, Seli, Ali, dan Ily harus berpartisipasi dengan kompetisi itu. Petualangan mereka dimulai.
Harimau putih tunggangan Ra dan teman-temannya melesat mulai menjauhi Kota Ilios. Mereka mengarah ke utara seperti petunjuk yang diberikan. Setelah beberapa jam, mereka menemukan tempat peristirahatan di padang perdu berduri. Seorang nenek menyambut mereka dengan ramah. Saat mengetahui bahwa Ra dan teman-temannya merupakan peserta festival Bunga Matahari, nenek itu tampak terkejut. Keesokan harinya nenek Hana-tara-hata membantu mempersiapkan perbekalan yang dibutuhkan dan menasihati untuk selalu bersikap positif dan berhati-hati.
Perjalanan berikutnya tidak semudah yang dibayangkan, mereka harus menghindari amukan gorila yang marah. Setelah itu mereka juga harus menghadapi burung pemakan daging yang menjatuhkan buah beri beracun dan mengakibatkan Ali serta Seli pingsan. Untung saja setelah peristiwa itu, Ra berhasil memecahkan petunjuknya di balik air terjun yang bersinar indah dan mereka kembali melanjutkan perjalanan ke arah timur.
Setelah melewati padang yang sangat luas, perjalanan mereka sempat terhadang oleh danau hingga mereka mendapatkan cara untuk menyeberanginya. Mereka dibantu oleh nelayan setempat, Nena-tara-neta V. Nena-tara-neta V mengantar mereka ke rumah anaknya, Mena-tara-nata II. Sempat mengalami penolakan, akhirnya Mena-tara-nata II mau membantu mereka keesokan harinya mencari petunjuk selanjutnya. Pada malam harinya, petunjuk itu muncul hanya saja Ra tidak bisa membaca harus ke arah mana mereka selanjutnya. Malam itu terjadi pertempuran yang hebat antara mereka, kontingen cerpelai dan monster danau. Dengan bantuan petunjuk dari kontingen cerpelai, mereka melanjutkan perjalanan ke arah selatan.
Perjalanan mereka berlanjut, tanpa mereka sadari bahaya mengintai. Tidak dari hewan liar, namun dari perbuatan curang. Malam ketika mereka sedang beristirahat, air bah datang menghampiri. Membuat tunggangan mereka dan beberapa tas hanyut. Mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah beberapa jam berjalan, mereka menemukan persawahan dan perkampungan. Penolakan pun muncul kembali hingga Ra membantu salah satu warga yang terkena bisa ular dengan penawar yang diberikan Mena-tara-nata II. Ra, Seli, Ali dan Ily dipersilakan untuk tinggal selama satu jam. Selepas itu mereka meninggalkan desa mencari petunjuk berikutnya dengan bantuan tetua desa, Dena-tara-neda III. Mereka mencari sesuatu yang bersinar di malam hari.
Mereka telah sampai di sebuah lereng kosong sesuai perkataan Dena-tara-neda III, namun mereka belum menemukan sesuatu yang bersinar. Lalu mereka memutuskan untuk menuju lereng, saat sampai tengah tiba-tiba muncul jamur dari tanah berkilauan. Mereka semua takjub, disaat yang bersamaan Ra menemukan petunjuk berikutnya, ke barat. Namun mereka memiliki masalah lain, mereka tidak dapat bergerak karena jika jamur itu tersentuh maka akan mengeluarkan racun yang membutakan. Saat Ra mencoba menemukan solusi, kontingen  salamander sengaja membuat jamur itu mengeluarkan racun dan meninggalkan mereka. Disaat situasi itu, muncul harimau putih menyelamatkan mereka.
Mereka menuju ke barat. Lagi dan lagi mereka terhalang oleh dinding batu tanpa celah. Mereka memutuskan untuk mencari cara melewati kdinding batu keesokan harinya. Disaat Ali, Seli dan Ily beristirahat, Ra menemukan jalan yaitu sebuah lorong tikus yang dapat membantu mereka melewati batu itu. Setelah menemukan lorong mereka mencoba masuk dan masalah lain muncul ketika banyak tikus raksasa dalam lorong, mereka harus berlari menghindar. Setelah bersusah payah akhirnya mereka dapat keluar dari lorong tersebut.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Ilios, karena mereka menganggap bunga matahari akan terbit di kota yang penuh dengan lampu gemerlapan sesuai petunjuk. Belum sampai mereka sampai, Ra menyadari sesuatu bahwa bukan Kota Ilios tujuan mereka sebenarnya. Karena saat mereka mencari celah lorong mereka sudah meleset jauh dari titik awal. Ra tersadar bahwa tujuan mereka sebenarnya adalah padang perdu berduri dekat rumah Hana. Bunga matahari itu akan mekar di pekarangan rumah Hana esok. Dengan sisa waktu dan tenaga mereka menuju kesana. Namun terlambat sudah, ternyata kontingen salamander sudah tiba disana. Dan ternyata petualangan mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Ketika ketua kontingen salamander akan memetik bunga matahari itu, Ketua Konsil; Fala-tara-tana IV melarangnya dan mengeluarkan petir yang menyebabkan ketua kontingen itu tewas. Ia menginginkan Raib yang memetik bunga matahari itu. Namun dari dalam rumah Hana berteriak mencegahnya. Maka berceritalah Hana tentang festival bunga matarahari 400 tahun lalu yang merenggut putra tunggalnya. Fakta menakutkan terungkap. Tak terima, Fala mulai mendesak Ra agar segera memetiknya. Disaat yang tepat; Av, Miss Selena, dan Mala-Tara-Tana II muncul mencegah apa yang sedang terjadi. Maka tumpahlah pertempuran; Av, Miss Selena dan Mala-Tara-Tana II dipaksa menyerah. Namun masih ada Ra, Ali, dan anggota kontingen salamander yang lainnya. Mereka terus menyerang, namun hingga Ali berubah menjadi beruang besar, Fala-tara-tana IV masih tak terkalahkan. Kini Ra, yang dibawah kendali Fala-tara-tana IV dipaksa memetik bunga matahari. Ketua Konsil itu meminta membuka Penjara Bayangan. Ketika Fala-tara-tana IV memegang bunga itu, Hana memanggil lebah-lebahnya untuk menyerang. Ily pun merebut bunga itu meminta agar portal Penjara Bayangan ditutup. Sontak Fala-tara-tana IV marah, dan mengirimkan petir biru ke Ily. Sedangkan Fala-tara-tana IV digiring masuk ke Penjara Bayangan tepat sebelum portal tertutup.
Av mulai menyembuhkan semua yang terluka. Saat mencoba menyembuhkan Ily, ia menggigil. Cucu-cucunya itu tak bernyawa. Ily tewas.

Novel BULAN yang merupakan seri kedua dari BUMI sangat memuaskan untuk dibaca. Bagi kalian yang suka seri petualangan, novel ini cocok untuk kalian baca. Penulis dengan apik menggambarkan petualangan Ra, Seli, Ali, dan Ily untuk mencari matahari yang pertama mekar di Klan Matahari. Penggambaran setting novel ini benar-benar membuat pembaca dapat membayangkan betapa modern dan indahnya Klan Matahari terlepas peristiwa menyedihkan yang terjadi, tewasnya Ily yang membuat ending dari novel ini cukup menyedihkan, Namun novel ini mengajarkan kita beberapa pelajaran bahwa :

“Sungguh banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah  menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri.
Adalah banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.”
___ Ra, BULAN – 290

“Hal yang terpenting dalam mencapai sesuatu tidak diukur bagaimana hasilnya, namun bagaimana cara kita untuk mendapat sesuatu tersebut”

“Petualangan yang sesungguhnya bukan ketika kita melawan sesuatu yang berbahaya dan menakutkan, namun bagaimana kita melawan ego kita untuk memahami satu sama lain.”

Bagaimana setelah membaca review BULAN dari saya ? Makin penasaran seri berikutnya kan? Tunggu review saya selanjutnya, MATAHARI.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualiakum readers. First posting di tahun 2017 kita awali dengan membaca novel. Yah, walaupun ini novel lama, tapi nggak masalah apalagi kalo penulisnya Tere Liye. OK nggak usah lama-lama, check review aku soal novel ini.



Judul Buku     : Bumi
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit     : Jakarta
Tahun terbit   : 2014
Halaman         : 440

Novel ini merupakan buku pertama dari serial “BUMI”. Berkisah tentang kehidupan dan petualangan gadis berusia 15 tahun bersama dua temannya.

Raib. Atau biasa dipanggil Ra, merupakan anak tunggal dari orangtuanya. Sejak kecil Ra merasa istimewa dibanding yang lainnya. Seperti namanya Raib, Ra benar-benar bisa menghilang bila kedua tangannya ia letakkan di wajahnya. Tidak ada yang mengetahui kemampuan istimewa Ra, teman dekat bahkan orangtuanya sekalipun. Sampai suatu ketika ia tak sengaja melakukannya dan seseorang mengetahuinya.
Seli. Merupakan teman dekat Ra. Setiap saat mereka menghabiskan waktu di sekolah bersama. Dimana ada Ra pasti ada Seli.  Seli merupakan gadis yang sangat memperhatikan penampilannya, terlebih ia sangat menggemari sesuatu yang berhubungan dengan Korea. Ia tampak seperti gadis normal hingga suatu peristiwa terjadi. Rupanya ia istimewa seperti Ra, hanya saja kemampuannya berbeda.
Ali. Teman sekelas Ra dan Seli. Terkenal paling malas dan tak rapi di kelas. Ia jarang memperhatikan guru dan mengerjakan tugas rumahnya. Ali adalah orang yang pertama mengetahui bahwa Ra bisa menghilang. Dibalik sikap Ali, ternyata ia menyimpan sebuah keistimewaan dibanding teman seusianya.

Hampir setiap malam Ra selalu mengasah kemampuannya menghilangkan suatu barang. Hingga sesosok tinggi kurus muncul di dalam cerminnya. Ia memberitahu Ra asal dan jati diri Ra sesungguhnya. Sebelumnya Ra juga pernah melihat sosok itu tiba-tiba muncul di sekolah saat ia tak sengaja menghilang. Ra berupaya tak menggubris apa yang dikatakan sosok tinggi kurus itu, hingga suatu peristiwa terjadi.
Siang itu Ra dan Seli berniat untuk ke kantin, namun mereka tak menemukan satupun penjual karena sedang ada perbaikan trafo yang letaknya berada di dekat kantin. Lantas mereka pun meninggalkan kantin, namun belum sempat mereka meninggalkan tempat itu suara gemuruh dan teriakan para pekerja mengagetkan mereka. Rupanya gradu trafo meledak dan mengakibatkan satu tiang listrik tumbang, sontak para pekerja segera lari menghindar. Melihat hal itu Ra tak bisa tinggal diam ia kemudian mencoba menghilangkan tiang listrik dan berhasil. Tak sampai disana, ternyata kabel bertegangan tinggi hampir menimpa tubuh Ra, sampai Seli mencoba melindungi Ra. Dan herannya tubuh Seli tak terluka karena listrik tegangan tinggi itu. Tubuhnya seolah mampu menyerap listik bertegangan tinggi itu. Ada yang istimewa dengan Seli.
Mereka berdua kemudian mencari tempat sembunyi selepas peristiwa besar itu. Ali yang rupanya menyaksiakan kejadian itu mengajak mereka untuk ke aula. Air muka Ali masih terlihat kaget bercampur ingin tahu melihat peristiwa itu. Belum lama mereka beristirahat. Tamus, sosok tinggi kurus muncul di hadapan mereka bertiga. Kali ini ia tak sendirian namun bersama pasukannya yang juga berpakaian hitam. Mereka mulai menyerang Ra dan teman-temannya. Pertempuran pun semakin sulit, hingga Miss Selena, guru matematika mereka muncul untuk membantu mereka. Saat Miss Selena dan Ra semakin terdesak, Miss Selena menyuruh mereka untuk masuk ke sebuah lubang terang dan mengatakan mengenai buku matematika Ra.
Ra dan teman-temannya masuk ke lubang terang tersebut dan meninggalkan Miss Selena yang lemah. Mereka sampai di kamar Ra. Ra segera mencari buku matematikanya untuk mencari tahu apa yang terjadi. Dan saat mencari tahu buku matematika berubah menjadi buku tua dan membawa mereka ke suatu tempat yang sangat berbeda, Klan Bulan. Dan petualangan mereka dimulai.
Ilo bergegas menuju ke kamar anak bungsunya, Ou setelah mendengar kegaduhan. Tampak Ra, Seli, dan Ali yang masih kebingungan. Ilo mencoba menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. Ra menceritakan semua peristiwa yang mereka alami hingga bisa sampai di tempat itu. Ilo pun tampak sangat tertarik dengan penjelasan Ra. Ia memutuskan menemui leluhurnya esok hari untuk membantu Ra dan teman-temannya.
Av tampak terkejut melihat cucu dai cucunya tiba-tiba ingin menemuinya. Ilo menceritakan apa yang mereka cari. Av melihat anak-anak yang bersama Ilo. Av tampak lebih terkejut saat ia mengetahui bahwa sedang bersama anak-anak hebat : Ra, dari klan Bulan; Seli dari Klan Matahari; dan Ali dari Klan Bumi. Av pun menunjukkan apa yang ingin diketahui Ilo, cucunya itu. Namun belum selesai mereka mencari semua petunjuk, Pasukan Bayangan Klan Bulan yang dibekingi Tamus datang. Terpaksa mereka harus melarikan diri dari perpustakaan besar Klan Bulan. Mereka bergegas pulang karena keberadaan mereka telah diketahui oleh Tamus. Ilo memutuskan untuk pergi ke rumah peristirahatan keluarganya, menghindari pasukan Tamus. Dengan susah payah dan dibantu Ily anak tertua Ilo mereka akhirnya sampai dengan selamat.
Suasana kota Klan Bulan mencekam setelah peristiwa Perpustakaan Sentral. Pasukan Bayangan Klan Bulan masih menjaga perpustakaan besar. Ra tampak cemas memikirkan nasib Miss Selena yang terakhir dibawa Tamus. Ia pun bersama Seli dan Ali menuju perpustakaan besar melalui lorong berpindah. Sesampai disana pertempuran kembali terjadi antara Tamus serta pasukan bayangan Klan Bulan dengan mereka bertiga. Saat sudah semakin terdesak Ali yang berasal dari klan Bumi tiba-tiba berubah menjadi seekor beruang besar dan membantu Ra serta Seli. Pertempuran pun berhasil dimenangkan Ra dan teman-temannya. Tamus sendiri terperangkap di penjara bawah yang tak seorangpun tahu dimana berada.

Novel ini merupakan buku kedua Tere Liye yang saya baca setelah “Hujan”. Berbeda dengan buku yang sebelumnya “Bumi” menyajikan cerita fantasi yang mungkin beberapa orang tak akan menyangka hal seperti itu. Dengan penggambaran tokoh yang sangat menarik. Gaya bahasa sang penulis membuat kita dapat merasakan dan mudah memahami peristiwa yang terjadi. Ending dari novel ini membuat pembaca ingin segera membaca seri berikutnya, BULAN. Novel ini recomended buat kalian para penikmat novel fantasi dan novel berbau sains. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

ME

Da journal
Lihat profil lengkapku

About me

I'm Indonesian. I'm moslem and I proud because it.

Visitor

Categories

Book (6) Review (6) KDrama (5) DIY (3) Traveling (3) Trip (3) #HariBloggerNasional (1) #InovasiBCA (1) #MyBCAExperience (1) Beauty (1) Food (1) Lifestyle (1) Perbankan (1) story (1)

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Maret (1)
      • #3 DIY : Bunga Origami
    • ►  Februari (3)
      • [Review Novel] : Matahari
      • [Review Novel] : Bulan
      • [Review Novel] : Bumi
  • ►  2016 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (3)

recent posts

Popular Post

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates