Selepas
membahas wisata yang ada di Kabupaten Rembang (Pantai Karangjahe dan HutanMangrove Desa Pasar Banggi), kali ini saya akan membahas mengenai salah satu
buah tangan yang dapat kalian bawa setelah mengunjungi daerah ini yaitu “Madu
Mongso Kawis”. Namun sebelumnya kalian harus mengenal dahulu apa dan bagaimana
buah kawista itu.
sumber : http://www.tanamanobat.net
Buah
kawis atau kawista adalah kerabat dekat maja dan masih dan masih termasuk dalam
suku jeruk-jerukan (Rutaceae). Kawista merupakan buah asli India dan Srilangka.
Buah Kawis memiliki ciri khas berbentuk bulat berdiameter 10 – 12 cm, berkulit
keras, bersisik dan berwarna coklat putih.
Daging buahnya berbau harum berwarna
coklat kehitaman. Bagian dalam daging buah berupa pasta campur biji dan serat
serta batas segmen buah. Warna pasta daging buah ini cokelat gelap, sepintas
seperti daging buah yang sudah busuk. Aroma kawis sangat khas. Tidak ada buah
dengan aroma seperti ini. Rasa kawis agak masam dengan sedikit manis. (sumber : Foragri)
Kandungan
Daging buah kawista sekitar sepertiga dari volume buah. Kandungan pektin buah
segarnya adalah 3-5%. Setiap 100 gram daging buah mengandung: 74 gram air, 8
gram protein, 1,5 gram lemak, 7,5 gram karbohidrat, dan 5 gram abu. Dalam 100
gram bagian biji terkandung: 4 gram air, 26 gram protein, 27 gram lemak, 35
gram karbohidrat, dan 5 gram abu. Daging buah yang kering mengandung 15% asam
sitrat, asam kalium, kalsium, dan fe. (sumber : Foragri)
Madu Mongso "Kawis" merupakan salah satu olahan buah kawista yang terbuat dari daging buah kawis, tape ketan putih, gula siwalan, gula pasir, NB, Sodium, dan minyak sayur. Olahan ini diproduksi oleh Perusahaan Karya Bakti Makanan & Minuman REMBANG - JATENG. Satu dus Madu Mongso "Kawis" dihargai Rp 25.000,-/18 biji dengan kemasan 6 dus kecil di dalamnya yang berisi tiga buah gulung Madu Mongso "Kawis". Rasa dari olahan ini asam legit khas kawista. Rasa asam berasal dari buah dan tape ketan putih bercampur manis dari gula pasir serta gula siwalan. Madu Mongso "Kawis" dapat bertahan hingga empat bulan lamanya, namun saya sarankan lebih kalian konsumsi sebelum sebulan karena berdasarkan pengalaman saya rasa Madu Mongso "Kawis" yang terlalu lama disimpan akan berubah. Berdasarkan informasi dari pengolah Madu Mongso "Kawis", kalian dapat menemukan olahan ini di Toko Ramayana dan Toko Lumba-Lumba.








