[Review Novel] : Hujan

by - 06.00.00


src : jadiberita.com


HUJAN. Ada yang sangat suka dengan hujan? Atau sebaliknya? Kalau saya pribadi suka dengan hujan, kenapa? Ketika hujan aroma tanah basah membuat hati saya tentram. Selain itu di saat hujan, kita bisa melepaskan kesedihan di tengah rintik karena air hujan dapat menyamarkan air mata kita saat menangis. 
Pada postingan kali ini berbekal dengan novel pinjaman, saya akan me-review novel karya Tere Liye – Hujan. Nah ini merupakan kali pertama saya membaca novel karya Tere Liye. Dan bagaimana isi dari novel ini serta bagaimana kesan saya setelah membaca novel ini. Let’s see.

src : goodreads.com



  • Judul Novel :   Hujan
  • Pengarang :   Tere Liye
  • Penerbit          :   Gramedia Pustaka Utama
  • Tahun Terbit :   Januari 2016
  • Kota Terbit :   Jakarta
  • Jumlah Hal :   320

Dibuka dengan setting tahun 2050. Seorang gadis berusia 21 tahun, sedang berbaring di sebuah rumah sakit. Dia adalah Lail. Ditemani seorang dokter ahli saraf, Elijah, dia bermaksud untuk menghapus semua kenangannya yang berhubungan dengan HUJAN. Dari ruangan itulah mengalir kisah mengenai dirinya.
Setting berpindah ke tahun 2042, dimana peristiwa besar terjadi dalam kehidupan Lail. Pada pagi itu gerimis, Lail berangkat sekolah dengan diantar oleh ibunya menggunakan kereta api bawah tanah. Namun sebelum sampai di sekolah, peristiwa besar terjadi. Gunung purba yang berada di dataran lain meletus dengan dahsyat dan mengakibatkan dampak yang sangat besar. Gempa terjadi di wilayah Lail dan ia menjadi yatim piatu. Namun peristiwa mempertemukannya dengan seorang anak laki-laki yang juga selamat bersama dirinya, Esok. 
Hari demi hari Lail mulai dapat menerima keadaannya. Ia kembeli ceria. Semua ini berkat Esok. Belum lama Lail merasakan kebahagian bersama Esok, kabar mengejutkan menghampirinya. Esok berkata bahwa setelah situasi kembali normal, Esok harus ikut dengan saudaranya untuk melanjutkan sekolahnya. Tak pelak Lail harus merelakan Esok untuk sementara waktu.
Lail memulai hari-harinya di sebuah panti asuhan. Ia bertemu dengan teman baru yang bernama Maria. Maria anak yang ceria dan suka menggoda Lail, tak heran Lail mudah berteman dengan Maria. Hari-hari mereka diisi dengan bersekolah dan berketrampilan, hingga suatu hari mereka memutuskan bergabung menjadi tim relawan. Hingga mereka berdua mendapat penghargaan karena menyelamatkan warga desa dari banjir bandang. 
Hubungan Lail dan Esok pun berjalan dengan baik, meskipun mereka hanya dapat bertemu satu tahun sekali. Hubungan yang mereka jalin itu lama kelamaan mengubah perasaan Lail begitu juga Esok. Namun kesalahpahaman muncul disaat Lail membutuhkan kepastian Esok dan ia memutuskan menghapus semua kenangannya.
Lalu apa yang akan terjadi dan bagaimana Esok ? Silakan dibaca sendiri ya kawan.

Novel ini cukup membuat saya terkesan dengan latar di masa depan. Dengan penggambaran yang apik, membuat saya ikut masuk ke era modern. Penggambaran dan karakter tokoh yang cukup kuat membuat saya terhanyut dalam suasana tokoh. Alur dari cerita mengenai cinta dan persahabatan. Selain itu, penulis banyak menyisipkan rangkaian kata indah yang dapat membuat pembaca terkagum. Berikut ini beberapa kalimat yang menurut saya indah.

"Kesibukan adalah cara terbaik melupakan banyak hal, membuat waktu melesat tanpa terasa"

"Jangan pernah jatuh cinta saat hujan. Karena ketika besok lusa kamu patah hati, setiap kali hujan turun, kamu akan terkenang dengan kejadian menyakitkan itu"

"Karena kenangan sama seperti hujan. Ketika dia datang, kita tidak bisa menghentikannya. Bagaimana kita akan menghentikan tetes air yang turun dari langit? Hanya bisa ditunggu, hingga selesai dengan sendirinya."

"Ciri-ciri orang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Mereka yakin dan ragu dalam satu hela napas. Mereka senang sekaligus cemas menunggu hari esok."

"Hidup ini juga memang menunggu. Menunggu kita untuk menyadari kapan kita akan berhenti menunggu."

"Bukan melupakan yang jadi masalahnya. Tapi menerima. Barangsiapa yang bisa menerima, dia akan bisa melupakan. Tapi jika dia tidak bisa menerima, dia tidak akan pernah bisa melupakan."

Pesan yang dapat saya ambil dari novel ini adalah 

"Berbicara dan berkata jujur dengan hati adalah suatu hal yeng penting dalam suatu hubungan, entah pertemanan ataupun cinta"

You May Also Like

0 komentar