[Review Novel] : Matahari

by - 10.20.00

Setelah dua seri BUMI dan BULAN, pasti kalian tak sabar untuk membaca review selanjutnya. Let’s read guys!

“Hidup ini adalah petualangan, Ali. Semua orang memiliki petualangannya masing-masing, maka jadilah seorang petualang yang melakukan hal terbaik”
___ 362, Matahari



Judul Buku     : Matahari
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit     : Jakarta
Tahun terbit   : 2016
Halaman         : 400

Mereka sampai di Klan Bulan, tepatnya di rumah Ilo. Ilo dan Vey tampak terkejut melihat keadaan Ily. Beberapa menit kemudian tangis Vey pecah, Ilo tampak meminta penjelasan, sedangkan Ou masih tak mengerti apa yang sedang terjadi. Av menceritakan apa yang dialami Ily di Klan Matahari. Sore hari itu pula, upacara pemakaman Ily dilakukan secara khidmat dipimpin Tog, Panglima Timur Klan Bulan. Selepas acara pemakaman; Raib, Seli, dan Ali kembali ke Klan Bumi untuk melanjutkan hidup mereka. Av dan Miss Selena memberi pesan agar tidak menyinggung soal klan lain dan tidak menggunakan buku matematika Ra untuk membuka portal antar klan.

Empat bulan selepas perjalanan ke Klan Matahari, mereka kembali menghabiskan banyak kegiatan di sekolah. Dan yang paling mengagetkan, Ali yang tak pernah sekalipun terlihat bermain basket mendadak menjadi idola basket di sekolah. Bahkan karena Ali tim basket mereka bisa masuk ke final. Sorak sorai penonton memenuhi lapangan basket tempat pertandingan final digelar. Babak pertama berlangsung amat sengit dan lambat, pemain lawan mendesak mereka dengan tubuhnya yang besar. Masuk ke pertandingan babak kedua, saat Ali akan melakukan tembakan seorang pemain lawan menubruknya, membuat Ali emosi. Ra yang mengetahui bahwa itu merupakan fase sebelum Ali berubah jadi beruang raksasa mencoba menyerap cahaya dengan sarung tangannya. Ra pun menggandeng Seli untuk menuju ke tengah lapangan menyelamatkan Ali. Namun tak disangka Ali sudah tak ada dan ternyata ia dibawa oleh benda asing menuju ke rumahnya.
ILY, begitu benda asing itu disebut yang rupanya kapsul terbang buatan Ali. Kapsul ini mempunyai kemampuan seperti Raib dan Seli. Awalnya Ali membuat ini untuk mencegah transformasinya menjadi beruang raksasa. Namun akhirnya ia berinisiatif membuatnya sebagai alat transportasi untuk menjelajahi Klan Bintang setelah Ra menolak menggunakan buku matematikanya untuk menuju Klan Bintang.
Setelah meyakinkan Seli dan Raib, Ali akhirnya berhasil mengajak mereka untuk melakukan perjalanan ke Klan Bintang. Kali ini Raib benar-benar meminta ijin kepada orangtuanya. Dan disaat itu pulalah identitasnya terungkap. Mereka akan berangkat ke Klan Bintang saat ulangan semester usai.
Hari keberangkatan pun tiba, mereka menaiki ILY menuju gerbang dimana lorong berada. Namun rupanya tak semudah itu, gerbang tersebut dijaga oleh seekor ular raksasa. Setelah cukup lama, akhirnya Ra dan Seli mampu melumpuhkan ular itu. Perjalanan mereka ke Klan Bintang baru saja dimulai.
Beberapa jam awal mereka masih saja melewati lorong tanpa arah. Saat Ra bertugas jaga mereka akhirnya sampai di persimpangan. Awalnya tak ada yang membahayakan, namun setelah beberapa saat terdengar desisan dan muncullah sosok ular raksasa seperti yang mereka temui sebelumnya makin banyak. Dengan sarung tangan Matahari milik Seli akhirnya mereka dapat melarikan diri.
Setelah hampir seharian menelusuri lorong, tampak ruang lagi namun kali ini berbeda bentuk. Kristal lancip muncul dari atas aupun bawah, seperti stalagtit dan stalagmit. Karena lorong yang akan lewati selanjutnya tertutup tiang kristal, kembali Ra dan Seli harus menghancurkannya. Namun belum semua mereka hancurkan muncul kelelawar raksasa. Mereka mencoba menghindarinya, namun sulit. Hampir saja ILY terbanting karena tertimpa beberapa kelelawar. Ra pun berinisiatif menghancurkan kembali tiang kristal. Rupanya kelelawar yang lainnya menyadari keberadaan Ra. Kepalang tanggung, Ra lekas menyelesaikan tugasnya. Saat ia hampir menghancurkan tiang kristal terakhir, dua kelelawar siap menerkamnya. Beruntung dua orang berhasil menyelamatkannya dan mengusir kelelawar.
Saat ini Raib, Seli, dan Ali tengah berada di pemukiman Klan Bintang setelah digiring sosok yang menolong mereka. Mereka diterima di sebuah rumah tetua yang ternyata keturunan Klan Bulan, Faarazaraaf. Mengetahui kedatangan tamu istimewa Faar nampak senang dan mengisahkan sejarah Klan Bintang. Namun kesenangan mereka berhenti saat keesokan harinya Armada Pasukan Bintang membawa mereka ke Kota Zaramaraz untuk dikarantina. Dengan bantuan Panglima Armada Kedua, Laarataraal mereka dapat meloloskan diri dan bertemu dengan Kaareterraak, seorang koki hebat di Klan Bintang untuk meminta bantuan agar mereka dapat kembali ke klan permukaan. Saat mereka bingung bagaimana cara kembali, Ali ingat bahwa Ra mempunyai Buku Kehidupan yang dapat membawa mereka dengan mudah. Namun malang tak dapat ditolak, Buku Kehidupan Ra hilang. Mereka menduga bahwa buku itu dibawa oleh Sekrestaris Dewan yang menyukai barang antik.
Dengan blueprint milik Meeraxareem, saat ini Raib, Seli dan Ali sudah berada di markas Dewan Kota. Tak mudah untuk mencapai tempat ini. Keamanan tingkat tinggi diterapkan disini. Dengan menggunakan barang bawaan Meer dan Faar mereka berhasil menemukan buku milik Ra. Namun sayang sebelum mereka berhasil keluar dari gedung itu Pasukan Bintang sudah mengepung. Mau tidak mau pertempuran terjadi lagi. Setelah berlangsung cukup alot, Ra, Seli dan Ali bersama Kaar dan Faar harus rela dibawa ke penjara Klan Bintang.
Ra terbangun dari pingsan, ternyata sudah empat hari ia tak sadarkan diri. Ali berada di sel samping. Sedangkan Seli, berada di sel lain. Ia mendengar bahwa Pasukan Bintang membekukan lengannya agar tidak bisa digunakan. Ra masih mencoba mencari cara bagaimana ia keluar dan menyelamatkan Seli juga lainnya. Teringat dengan Buku Kehidupan miliknya, ia mencoba membukanya dengan pin yang ditinggalkan ibu kandungnya saat ia lahir. Berhasil Buku Kehidupan itu berubah seketika. Ia mencari jawaban atas masalahnya. Namun nihil buku itu berkisah tentang pencapaian hebat keturunan murni Klan Bulan dengan menggunakan kekuatan yang mereka miliki. Raib mencoba mengingat kemampuan apa yang sudah dimilikinya sejak kecil. Menghilang. Saat waktu pemeriksaan rutin Pasukan Bintang, ia mencoba menghilangkan tubuhnya secara penuh dan berhasil. Ia segera membawa Ali .untuk menemukan Seli.
Dengan mudah Raib dan Seli menerobos Pasukan Bintang yang panik karena tahanan mereka menghilang. Kekuatan Raib bertambah besar membuat detektor canggih Klan Bintang tidak dapat mendeteksinya. Saat di sel tahanan Seli mereka memutuskan untuk bertarung dengan Pasukan Bintang yang menjaga. Dibawah desakan Ali dan Raib, Pasukan Bintang membebaskan Seli. Namun tak sampai disitu ternyata Pasukan Bintang yang lain sudah menunggu mereka. Sekarang giliran Seli melumpuhkan senjata Pasukan Bintang dengan kekuatannya. Kembali tak berkutik, Ra, Seli, dan Ali berhasil menyelamatkan Faar dan Kaar. Sebelum Ra sempat mengucapkan tujuannya kepada Buku Kehidupan, portal besar terbuka menunjukkan pesawat yang berisi Sekretaris Dewan. Sebelum akhirnya portal itu menutup kembali mereka berhasil masuk ke pesawat itu.
Sekretaris Dewan tampak terkejut tahanannya muncul di ruangannya. Ia tampak takut namun seketika senyumnya mengembang tatkala mengetahui Ra, Seli, dan Ali akan kembali ke klan permukaan. Ternyata Sekretaris Dewan itu sudah mempunyai rencana untuk menghancurkan tiga klan permukaan lain dengan membuka pasak bumi yang dapat menimbulkan bencana besar. Mendengar semua hal itu, Faar dan Kaar berencana menahan Sekretaris Dewan. Mereka meminta kepada Ra, Seli, dan Ali untuk melaporkan rencana Dewan Kota Zaaramaraaz kepada klan permukaan. Tak banyak waktu, Ra segera membuka Buku Kehidupan menuju ruangan Av di Perpustakaan Sentral Klan Bulan. Akankah ada pertarungan yang lebih besar ? Tunggu seri terakhir dari seri BUMI untuk mengetahuinya.

Masih dengan serial BUMI, setelah membaca BULAN, kini seri ketiganya yaitu MATAHARI. Saya masih takjub dengan penulis bagaimana bisa ia membuat novel yang sama sekali tak pernah terfikirkan dibalut dengan alasan logis yaitu ilmu pengetahuan. Di novel kali ini kita diajak untuk berkeliling ke Klan Bintang yang sangat misterius dengan peralatan super canggih buatan Ali. Di novel ini sosok Ali makin menarik, begitu juga Raib dan Seli yang makin memiliki kemampuan hebat dari asal klan mereka. Berbeda dengan novel sebelumnya, BULAN; dengan banyak menggambarkan setting bentang alam. Di novel ini kalian akan banyak disuguhkan gambaran teknologi tercanggih antar klan. Sangat menarik bukan. Pada seri ketiga ini mereka benar-benar berpetualang sendiri tampan kehadiran Av dan Miss Selena, namun dibantu dengan penduduk Klan Bintang; Faar, Maar, dan Kaar. Banyak rahasia terbesar Klan Bintang yang akhirnya terbongkar. Namun sejujurnya saya kurang menyukai ending dari novel ini. Mengapa?? Karena ending novel ini sukses membuat saya penasaran dan ingin segera membaca seri terakhir BINTANG. Baiklah sampai bertemu di review terakhir dari serial BUMI.

You May Also Like

0 komentar