[Review Novel] : Bulan

by - 10.54.00


Next posting masih berhubungan sama postingan sebelumnya BUMI.


Judul Buku     : Bulan
Penulis            : Tere Liye
Penerbit          : Gramedia Pustaka Utama
Kota Terbit     : Jakarta
Tahun terbit   : 2015
Halaman         : 400

Novel ini merupakan seri kedua dari “Bumi”. Masih bercerita mengenai petualangan Raib, Seli, dan Ali di klan yang berbeda.
Sekembalinya mereka dari Klan Bulan, Miss Selena meminta mereka untuk tidak membahas apa yang terjadi di Klan Bulan . Miss Selena meminta mereka menunggu sampai ia kembali dari dari tugas yang diberikan, Av.
Miss Selena adalah guru matematika mereka bertiga yang ternyata berasal dari Klan Bulan. Ia sengaja menjadi guru matematika karena mengetahui bahwa Ra, Seli, dan Ali merupakan murid yang istimewa. Raib yang merupakan putri dari Klan Bulan dan mampu menghilang. Seli, seorang anak dari keturunan Klan Matahari yang memiliki kemampuan telekinetik. Serta, Ali anak asli Klan Bumi yang memiliki kecerdasan di atas rata-rata.
Setelah enam bulan sejak petualangan di Klan Bulan, akhirnya Miss Selena muncul. Ia membawa beberapa berita, diantaranya Miss Selena masih belum mengetahui siapa orangtua Ra sebenarnya. Dan berita yang mengejutkan adalah mereka bertiga akan diajak berkunjung ke Klan Matahari sebagai delegasi untuk menjalin hubungan baik dan mengabarkan ancaman Tamus. Mereka akan berangkat selepas ujian semester.
Hari ini merupakan keberangkatan mereka ke Klan Matahari. Dengan alasan berlibur dengan keluarga Seli, Ra meminta ijin kepada orangtuanya. Mereka berangkat dari rumah Seli. Tak hanya Ra, Seli, dan Ali; empat delegasi dari Klan Bulan turut serta yaitu Miss Selena, Av, dan Ily. Av merupakan penjaga Perpustakaan Sentral Klan Bulan yang memiliki kekuatan menenangkan dan menyembuhkan. Dan Ily , si tampan ini merupakan putra sulung Ilo yang menggantikan posisi ayahnya. Mereka berangkat menggunakan buku matematika Ra – Buku Kehidupan. Setelah berpamitan dengan orang tua Seli, satu persatu dari mereka berangkat menuju Klan Matahari.
Tanpa disangka kedatangan mereka disaat sedang diadakannya Festival Bunga Matahari yaitu kompetisi dimana perwakilan dari pemuda hebat Klan Matahari akan berebut untuk menemukan Bunga Matahari yang pertama mekar. Dan yang lebih mengejutkan lagi, mendadak Raib, Seli, Ali, dan Ily harus berpartisipasi dengan kompetisi itu. Petualangan mereka dimulai.
Harimau putih tunggangan Ra dan teman-temannya melesat mulai menjauhi Kota Ilios. Mereka mengarah ke utara seperti petunjuk yang diberikan. Setelah beberapa jam, mereka menemukan tempat peristirahatan di padang perdu berduri. Seorang nenek menyambut mereka dengan ramah. Saat mengetahui bahwa Ra dan teman-temannya merupakan peserta festival Bunga Matahari, nenek itu tampak terkejut. Keesokan harinya nenek Hana-tara-hata membantu mempersiapkan perbekalan yang dibutuhkan dan menasihati untuk selalu bersikap positif dan berhati-hati.
Perjalanan berikutnya tidak semudah yang dibayangkan, mereka harus menghindari amukan gorila yang marah. Setelah itu mereka juga harus menghadapi burung pemakan daging yang menjatuhkan buah beri beracun dan mengakibatkan Ali serta Seli pingsan. Untung saja setelah peristiwa itu, Ra berhasil memecahkan petunjuknya di balik air terjun yang bersinar indah dan mereka kembali melanjutkan perjalanan ke arah timur.
Setelah melewati padang yang sangat luas, perjalanan mereka sempat terhadang oleh danau hingga mereka mendapatkan cara untuk menyeberanginya. Mereka dibantu oleh nelayan setempat, Nena-tara-neta V. Nena-tara-neta V mengantar mereka ke rumah anaknya, Mena-tara-nata II. Sempat mengalami penolakan, akhirnya Mena-tara-nata II mau membantu mereka keesokan harinya mencari petunjuk selanjutnya. Pada malam harinya, petunjuk itu muncul hanya saja Ra tidak bisa membaca harus ke arah mana mereka selanjutnya. Malam itu terjadi pertempuran yang hebat antara mereka, kontingen cerpelai dan monster danau. Dengan bantuan petunjuk dari kontingen cerpelai, mereka melanjutkan perjalanan ke arah selatan.
Perjalanan mereka berlanjut, tanpa mereka sadari bahaya mengintai. Tidak dari hewan liar, namun dari perbuatan curang. Malam ketika mereka sedang beristirahat, air bah datang menghampiri. Membuat tunggangan mereka dan beberapa tas hanyut. Mereka melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Setelah beberapa jam berjalan, mereka menemukan persawahan dan perkampungan. Penolakan pun muncul kembali hingga Ra membantu salah satu warga yang terkena bisa ular dengan penawar yang diberikan Mena-tara-nata II. Ra, Seli, Ali dan Ily dipersilakan untuk tinggal selama satu jam. Selepas itu mereka meninggalkan desa mencari petunjuk berikutnya dengan bantuan tetua desa, Dena-tara-neda III. Mereka mencari sesuatu yang bersinar di malam hari.
Mereka telah sampai di sebuah lereng kosong sesuai perkataan Dena-tara-neda III, namun mereka belum menemukan sesuatu yang bersinar. Lalu mereka memutuskan untuk menuju lereng, saat sampai tengah tiba-tiba muncul jamur dari tanah berkilauan. Mereka semua takjub, disaat yang bersamaan Ra menemukan petunjuk berikutnya, ke barat. Namun mereka memiliki masalah lain, mereka tidak dapat bergerak karena jika jamur itu tersentuh maka akan mengeluarkan racun yang membutakan. Saat Ra mencoba menemukan solusi, kontingen  salamander sengaja membuat jamur itu mengeluarkan racun dan meninggalkan mereka. Disaat situasi itu, muncul harimau putih menyelamatkan mereka.
Mereka menuju ke barat. Lagi dan lagi mereka terhalang oleh dinding batu tanpa celah. Mereka memutuskan untuk mencari cara melewati kdinding batu keesokan harinya. Disaat Ali, Seli dan Ily beristirahat, Ra menemukan jalan yaitu sebuah lorong tikus yang dapat membantu mereka melewati batu itu. Setelah menemukan lorong mereka mencoba masuk dan masalah lain muncul ketika banyak tikus raksasa dalam lorong, mereka harus berlari menghindar. Setelah bersusah payah akhirnya mereka dapat keluar dari lorong tersebut.
Mereka kemudian melanjutkan perjalanan kembali ke Kota Ilios, karena mereka menganggap bunga matahari akan terbit di kota yang penuh dengan lampu gemerlapan sesuai petunjuk. Belum sampai mereka sampai, Ra menyadari sesuatu bahwa bukan Kota Ilios tujuan mereka sebenarnya. Karena saat mereka mencari celah lorong mereka sudah meleset jauh dari titik awal. Ra tersadar bahwa tujuan mereka sebenarnya adalah padang perdu berduri dekat rumah Hana. Bunga matahari itu akan mekar di pekarangan rumah Hana esok. Dengan sisa waktu dan tenaga mereka menuju kesana. Namun terlambat sudah, ternyata kontingen salamander sudah tiba disana. Dan ternyata petualangan mereka yang sesungguhnya baru saja dimulai.
Ketika ketua kontingen salamander akan memetik bunga matahari itu, Ketua Konsil; Fala-tara-tana IV melarangnya dan mengeluarkan petir yang menyebabkan ketua kontingen itu tewas. Ia menginginkan Raib yang memetik bunga matahari itu. Namun dari dalam rumah Hana berteriak mencegahnya. Maka berceritalah Hana tentang festival bunga matarahari 400 tahun lalu yang merenggut putra tunggalnya. Fakta menakutkan terungkap. Tak terima, Fala mulai mendesak Ra agar segera memetiknya. Disaat yang tepat; Av, Miss Selena, dan Mala-Tara-Tana II muncul mencegah apa yang sedang terjadi. Maka tumpahlah pertempuran; Av, Miss Selena dan Mala-Tara-Tana II dipaksa menyerah. Namun masih ada Ra, Ali, dan anggota kontingen salamander yang lainnya. Mereka terus menyerang, namun hingga Ali berubah menjadi beruang besar, Fala-tara-tana IV masih tak terkalahkan. Kini Ra, yang dibawah kendali Fala-tara-tana IV dipaksa memetik bunga matahari. Ketua Konsil itu meminta membuka Penjara Bayangan. Ketika Fala-tara-tana IV memegang bunga itu, Hana memanggil lebah-lebahnya untuk menyerang. Ily pun merebut bunga itu meminta agar portal Penjara Bayangan ditutup. Sontak Fala-tara-tana IV marah, dan mengirimkan petir biru ke Ily. Sedangkan Fala-tara-tana IV digiring masuk ke Penjara Bayangan tepat sebelum portal tertutup.
Av mulai menyembuhkan semua yang terluka. Saat mencoba menyembuhkan Ily, ia menggigil. Cucu-cucunya itu tak bernyawa. Ily tewas.

Novel BULAN yang merupakan seri kedua dari BUMI sangat memuaskan untuk dibaca. Bagi kalian yang suka seri petualangan, novel ini cocok untuk kalian baca. Penulis dengan apik menggambarkan petualangan Ra, Seli, Ali, dan Ily untuk mencari matahari yang pertama mekar di Klan Matahari. Penggambaran setting novel ini benar-benar membuat pembaca dapat membayangkan betapa modern dan indahnya Klan Matahari terlepas peristiwa menyedihkan yang terjadi, tewasnya Ily yang membuat ending dari novel ini cukup menyedihkan, Namun novel ini mengajarkan kita beberapa pelajaran bahwa :

“Sungguh banyak hal di dunia ini yang bisa jadi kita susah payah  menggapainya, memaksa ingin memilikinya, ternyata kuncinya dekat sekali : cukup dilepaskan, maka dia datang sendiri.
Adalah banyak masalah di dunia ini yang bisa jadi kita mati-matian menyelesaikannya, susah sekali jalan keluarnya, ternyata cukup diselesaikan dengan ketulusan, dan jalan keluar atas masalah itu hadir seketika.”
___ Ra, BULAN – 290

“Hal yang terpenting dalam mencapai sesuatu tidak diukur bagaimana hasilnya, namun bagaimana cara kita untuk mendapat sesuatu tersebut”

“Petualangan yang sesungguhnya bukan ketika kita melawan sesuatu yang berbahaya dan menakutkan, namun bagaimana kita melawan ego kita untuk memahami satu sama lain.”

Bagaimana setelah membaca review BULAN dari saya ? Makin penasaran seri berikutnya kan? Tunggu review saya selanjutnya, MATAHARI.

You May Also Like

0 komentar