da Journal




Assalamualaikum readers.. Setelah sekian lama ngga posting, kali ini saya bakal posting hal yang berbeda dibanding posting sebelumnya. Let's see...
WARDAH. Kalo kalian dengar kata itu pasti langsung tahu kan??? Wardah merupakan salah satu brand kosmetik yang cukup terkenal di negara kita ini ya. Selain produk kosmetik, Wardah juga memiliki produk untuk perawatan wanita. Untuk menunjang pemasaran produk tersebut, Wardah membuka pusat kosmetik serta pusat perawatan yang dinamakan Wardah Beauty House & Beauty Store.

src : instagram.com/wbh_semarang

Setelah sukses membuka Wardah Beauty House & Beauty Store di beberapa kota di Indonesia seperti Jakarta, Bogor, Yogyakarta, Medan dan Surabaya. Pada bulan Mei lalu Wardah kembali membuka cabang di kota Semarang. Nah,, pada akhir Ramadhan lalu saya menyempatkan diri untuk mampir di Wardah Beauty House & Beauty Store Semarang yang terletak di Jalan Sriwijaya No. 70 (sebelah Superindo Sriwijaya).

src : instagram.com/wbh_semarang

Begitu masuk di dalam store, saya disambut dengan warna serba hijau tosca khas Wardah. Beberapa etalase untuk menempatkan tester produk Wardah dari produk kecantikan maupun produk perawatan. Jadi kalian bisa coba dulu sebelum memutuskan untuk membeli. Jangan takut atau ragu untuk bertanya kepada Beauty Advisor-nya. Mereka bakal dengan ramah membantu produk yang kalian cari. Pada kesempatan itu saya mencoba membeli beberapa produk; lip palette pinky peach, double function kit dan staylash liquid eyeliner. 

Nah, selain menyediakan kosmetik, Wardah Beauty House & Beauty Store juga melayani perawatan bagi kalian. 

src : instagram.com/wbh_semarang

Hampir setiap bulan, Wardah Beauty House & Beauty Store mengadakan make up class dan menawarkan beberapa promo special. Biar nggak ketinggalan kalian bisa follow langsung instagramnya ya guys  ---> Wardah Beauty House Semarang







Share
Tweet
Pin
Share
No komentar



Ibu Yoo Seul melarang Yoo Seul naik sepeda dan juga bergaul dengan Cha Sik karena menurutnya tampang Cha Sik seperti orang urakan. Namun apa tanggapan Yoo Seul? Ia tak terima Cha Sik dijelek-jelekkan oleh Ibunya. Bahkan Yoo Seul menganggap Ibunyalah yang buruk karena selalu memaksakan kehendak sehingga ia tidak dapat melakukan sesuatu yang biasa dilakukan oleh anaknya. Ibu Yoo Seul marah dan memukul putrinya. Yoo Seul sangat kaget, ia pun mengeluarkan semua perasaannya selama ini. Ibu Yoo Seul kaget mendengar pengakuan anaknya. Ia pun mencoba merenungkan apa yang dikatakan anaknya.



Pagi ini Cha Sik kembali menjemput Yoo Seul. Dan ada yang beda dengan penampilan Cha Sik hari ini, ia tampak sangat rapi. Cha Sik pun menyapa Ibu Yoo Seul yang kebetulan ada di depan rumah. Tak lama Yoo Seul keluar dan segera meminta Cha Sik untuk mengantarnya ke sekolah. Dalam perjalanan Yoo Seul meminta maaf atas perlakuan ibunya dan merepotkan Cha Sik. Cha Sik tak lantas menerima permintaan Yoo Seul. Ia meminta Yoo Seul untuk memainkan satu lagu dengan piano di jalan yang biasa ia lewati. Awalnya Yoo Seul tak mau, namun karena merasa berhutang dengan Cha Sik akhirnya Yoo Seul menyanggupinya. Cha Sik pun sangat menikmati permainan Yoo Seul.



Keesokan harinya merupakan jadwal olahraga bagi Yoo Seul. Seperti biasa mereka harus berganti pakaian sebelum berolahraga. Yoo Seul sendiri tak biasa untuk berganti pakaian dengan teman-temannya sehingga ia meminta Cha Sik untuk mengantarkannya ke ruang kosong. Namun apa yang terjadi setelah itu? Seorang siswa merekam Yoo Seul saat berganti pakaian. Tak disangka Jin Mok yang melihat itu memukul siswa tersebut sehingga membuat tangannya terluka.

Karena tangannya terluka, Jin Mok mengatakan kepada bahwanya ia tidak bisa tampil saat acara pernikahan kerabatnya. Namun apa tanggapan dari ayahnya, ia tidak mengkhawatirkan luka di tangan Jin Mok malah mengkhawatirkan siapa yang bisa menggantikan penampilan Jin Mok. Hal itu membuat Jin Mok kecewa.



Cha Sik melihat ada kompetisi duet bermain piano di papan pengumuman. Ia bertekad akan mengikuti kompetisi dengan mengajak Yoo Seul seperti di mimpinya. Namun siswa lain meremehkan kemampuannya. Cha Sik pun tak terima, ia mengatakan bahwa ia merupakan anak dari seorang pianis terkenal, Hyun Mung Sae dan memperlihatkan foto ibunya dengan Hyun Myung Sae. Siswa lain makin mengoloknya. Ia makin ingin membuktikan kalau ia bisa ikut kompetisi itu. Cha Sik pun mencari Yoo Seul untuk mengajaknya bergabung dalam kompetisi itu. Namun apa tanggapan Yoo Seul?? Sama seperti siswa lainnya. Yoo Seul menganggap Cha Sik sudah gila karena ia nekat mengikuti kompetisi padahal ia sama sekali tidak mempunyai basic bermusik. Cha Sik terlihat lesu mendengar komentar Yoo Seul.



Sepanjang perjalanan pulang Cha Sik menjadi pendiam. Yoo Seul merasa tidak enak dengan perubahan Cha Sik. Tiba-tiba Cha Sik memberhentikan sepedanya di sebuah jalanan yang tersedia piano. Ia mengatakan kepada Yoo Seul apakah kalo ia bisa memainkan lagu yang pernah dimainkan Yoo Sebelumnya, Yoo Seul mau diajak untuk mengikuti kompetisi itu. Yoo Seul tak percaya kepada Cha Sik, ia menuduh Cha Sik membawa siswa lain untuk memainkan piano itu. Untuk meyakinkan Yoo Seul, Cha Sik pun meletakkan jari Yoo Seul di atas tangannya. Cha Sik mulai mengalunkan piano perlahan. Permainan piano Cha Sik cukup membuat Yoo Seul terpukau melihat Cha Sik yang sama sekali tidak mempunyai background bermusik. Karena permainan itu, Yoo Seul mau diajak Cha Sik untuk mengikuti kompetisi.

Lalu bagaimanakah dengan kompetisi itu ? Apakah mereka akan memenangkannya ? Dan apakah Cha Sik dapat bertemu dengan Hyun Mung Sae?? Nantikan postingan berikutnya. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Yoo Seul mulai bersekolah kembali. Ia bersikeras untuk berangkat sekolah tanpa ditemani ibunya. Di tempat lain Jin Mok sedang menunggu jemputan bus sekolah bersama teman-temannya. Beberapa temannya membicarakan Yoo Seul. Mereka sangat prihatin akan apa yang dialami Yoo Seul. Mendengar itu, Jin Mok pun memutuskan untuk melihat Yoo Seul. Jin Mok mengawasi Yoo Seul dari belakang. Dia terus mengawasi Yoo Seul dari naik bus hingga sampai sekolah. Bahkan membantu Yoo Seul untuk memakai sendalnya.


Teman sekelas mereka heran melihat perlakuan Jin Mok pada Yoo Seul karena Jin Mok merupakan musuh Yoo Seul. Saat istirahat tiba, suatu insiden terjadi. Yoo Seul tidak sengaja menumpahkan berisi makanan temannya. Ia meminta maaf kepada yang mempunyai nampan dan mencoba merapikan isi dari nampan yang tumpah. Tiba-tiba Jin Mok membangunkan Yoo Seul agar tidak membersihkan tumpahan makanan. Hal itu membuat temannya menjadi makin heran.
Cha Sik mulai bangkit kembali dari keterpurukan. Ia memutuskan untuk mendaftar di SMA Seni Han Joo. Namun ia ditolak karena SMA Seni Han Joo tidak dapat menerima siswa di pertengahan tahun. Di sudut lain terlihat Yoo Seul bersama seorang guru membicarakan hal yang cukup serius. Guru itu menyarankan Yoo Seul mencari pemandu untuk membantunya selama di sekolah. Secara tak terduga Jin Mok menawarkan diri untuk menjadi pemandu Yoo Seul. Yoo Seul menolak mentah-mentah Jin Mok. Ia lebih memilih tanpa pemandu dibanding ia harus berhubungan dengan Jin Mok.



Tiba-tiba Cha Sik menawarkan diri untuk menjadi Yoo Seul. Karena itu cara satu-satunya agar dia bisa bersekolah. Yoo Seul terkejut dan segera menyadari siapa yang baru saja mengajukan diri menjadi pemandunya. Sedikit terjadi perdebatan antara Yoo Seul dan Cha Sik. Namun Cha Sik bersikeras menjadi pemandu Yoo Seul. Bahkan ia meminta maaf atas perbuatan sebelumnya. Melihat itu, Jin Mok tak terima ia pun bersitegang dengan Cha Sik. Yoo Seul akhirnya memutuskan siapa yang akan menjadi pemandunya untuk memisahkan Jin Mok dan Cha Sik. Dan akhirnya dia memilih Cha Sik. Pelajaran pertama dilalui dengan tidak baik karena Cha Sik tidak mengerti istilah dalam seni musik dan tokohnya.
Selepas pelajaran Yoo Seul ke kamar mandi sendiri tanpa ditemani Cha Sik. Disana ia bertemu Jin Mok. Jin Mok mempertanyakan mengapa Yoo Seul lebih memilih Cha Sik dibanding dengan dirinya. Yoo Seul menganggap bantuan Jin Mok itu hanya untuk mengejeknya. Padahal Jin Mok tidak berpikiran seperti itu. Ia mengajak Yoo Seul untuk berteman, namun Yoo Seul menolaknya. Saat pulang sekolah pun tiba, Cha Sik menawarkan diri untuk mengantar Yoo Seul pulang ke rumah. Namun lagi-lagi Yoo Seul menolaknya. Cha Sik lantas tak menyerah, ia pun tetap mengawasi Yoo Seul.


Hari masih pagi, namun Cha Sik sudah bersiap untuk pergi ke perpustakaan dahulu sebelum ke kelas. Ia belajar mengenai musik. Ia berusaha untuk menjadi pemandu yang baik untuk Yoo Seul. Dan salut dia mulai dapat mengikuti pelajaran yang diberikan. Sontak hal tersebut membuat siswa lain takjub. Saat pulang sekolah Cha Sik kembali mengikuti Yoo Seul dari belakang. Saat sampai di sebuah taman, tongkat Yoo Seul tak sengaja mengenai seekor anjing. Sontak anjing itu menyalak dan membuat Yoo Seul kaget dan terjatuh. Cha Sik pun membantu Yoo Seul untuk bangun dan memperingatkan pemilik anjing agar menjaga annjingnya lebih baik. Karena peristiwa itu Yoo Seul mau tak mau menerima tawaran Cha Sik untuk mengantarnya pulang dengan membonceng sepeda. Selama dibonceng, Yoo Seul merasa sangat bahagia karena sebelumnya ia tidak pernah bermain sepeda. Ia sangat menikmati saat membonceng Cha Sik.


Tak terasa mereka sudah sampai di rumah Yoo Seul. Dan ternyata Ibu Yoo Seul sudah menunggu di depan rumah. Cha Sik pun memperkenalkan diri kepada Ibu Yoo Seul. Namun respon Ibu Yoo Seul tidak terlihat ramah. Ibu Yoo Seul menyuruh Cha Sik pulang dan membawa Yoo Seul masuk. Saat akan pulang, Cha Sik melihat tongkat Yoo Seul terjatuh. Ia kemudian mengambilnya dan berniat untuk mengembalikannya, Namun saat ia akan mengetuk pintu, ia mendengarkan Ibu Yoo Seul yang sedang memarahi Yoo Seul. Lantas apakah yang membuat Ibu Yoo Seul marah ?? Dan bagaimana jawaban Yoo Seul ??

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Assalamualaikum readers, sebelum baca ini intip yang ini dulu ya [KDRAMA] PAGE TURNER EPS 1 PART II



Mobil yang dikendarai ibu Yoo Seul mengalami kecelakaan. Luka luar Yoo Seul tidak parah. Hanya saja saraf optik mata Yoo Seul rusak dan menyebabkan dia buta. Ibu Yoo Seul tidak dapat menerima kenyataan anaknya buta dan tetap memaksa Yoo Seul untuk tetap bermain piano.



Cha Sik mengalami insiden saat pendaratan. Organ yang terkena tongkat galahnya tidak menyebabkan masalah. Hanya saja beberapa tulang belakangnya harus ada yang dibenahi dengan operasi. Dan pasca operasi dokter menyarankan untuk menghentikan olahraga mengingat olahraga merupakan aktivitas yang berat dan dikhawatirkan dapat mengganggu tulang belakangnya.


Jin Mok syok mendengar Yoo Seul mengalami kecelakaan. Ia pun memutuskan menjenguk Yoo Seul dengan membawa bunga. Di rumah sakit Yoo Seul bertemu Cha Sik. Yoo Seul menanyakan jalan menuju atap kepada Cha Sik. Cha Sik pun menawarkan untuk mengantar Yoo Seul. Dari kejauhan terlihat Jin Mok melihat ke arah Yoo Seul dan merasa sangat bersalah melihat Yoo Seul buta. Jin Mok diam-diam mengikuti Yoo Seul dan Cha Sik. Setelah sampai di tempat yang mereka tuju, Cha Sik meninggalkan Yoo Seul. Yoo Seul memanjat pagar pembatas dan mencoba melompat. Belum sempat ia terjun, Jin Mok mencegah perbuatan Yoo Seul. Saat itulah Yoo Seul meluapkan semua perasaan kecewanya terhadap Jin Mok dan ibunya. Yoo Seul mengakatakan bahwa perilaku ibunya yang memaksanya untuk bermain piano itu disebabkan sakit hati ibunya pada Jin Mok . Setelah meluapkan semuanya, Yoo Seul pun melompat. Tak disangka Cha Sik menangkap tubuh Yoo Seul. Tak disangka ternyata Cha Sik tidak membawa Yoo Seul ke atap gedung melainkan ke parkiran. Yoo Seul marah karena Cha Sik menipunya. Cha Sik pun membalas bahwa Yoo Seul salah kalo ia menyalahkan ibunya maupun Jin Mok.



Setelah menyelamatkan Yoo Seul, Cha Sik bergegas pulang bersama ibunya. Hujan turun saat mereka akan pulang. Ibu Cha Sik mencoba membuka payung namun payung itu terlempar membuat Cha Sik tertawa terbaha-bahak. Namun tawa Cha Sik berubah menjadi air mata. Ibu Cha Sik menyadari ada yang tak beres dengan anaknya. Dia pun memeluk Cha Sik mencoba menenangkan putranya. Cha Sik terluka karena menganggap kemampuan yang ia banggakan hilang.



Sejak diagnosa dokter yang tidak memperbolehkan Cha Sik berolahraga, membuatnya murung dan malas makan. Ibu Cha Sik prihatin melihat keadaan putranya. Ia pun mencari cara untuk menghibur Cha Sik. Ibunya menceritakan mengenai ayah Cha Sik yang jenius dan kemampuannya menurun kepada Cha Sik. Ayah Cha Sik merupakan seorang pianis. Cha Sik mulai mengingat ketertarikannya pada alunan piano saat ia masih kecil. Cha Sik pun mulai bersemangat untuk menjadi seseorang yang hebat seperti ayahnya. Lalu apa yang akan dilakukan Cha Sik untuk mewujudkannya ?



Di rumah Yoo Seul, ibu Yoo Seul masih tak mengerti perasaan putrinya dan masih meminta Yoo Seul untuk berlatih piano. Ibunya juga mengatakan akan menjadi pendampingnya selama di sekolah. Tiba-tiba Yoo Seul mengingat selama hidupnya ia terlalu menurut. Ia mengingat perkataan Cha Sik untuk tidak menyalahkan ibunya atas semua kejadian yang ia alami. Yoo Seul pun menolak untuk didampingi ibunya ke sekolah. Ia ingin mandiri. Dan satu keinginan lainnya ia meminta untuk berhenti bermain piano. Lantas bagaimana kehidupan Yoo Seul di sekolah setelah ia buta ???
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

source : asianwiki.com


Drama : Page Turner
Pemain : Kim So-Hyun, Ji Soo, Shin Jae-Ha, Ye Ji-Won, Hwang Young-Hee
Channel : KBS2
Episode : 3
Tanggal Rilis : 26 Maret - 9 April 2016


Drama ini bercerita tentang kehidupan tiga orang remaja yaitu Yoon Yoo Seul, Seo Jin Mok, dan Jeong Cha Sik.
Yoon Yoo Seul (Kim So-Hyun)merupakan siswa peringkat satu Jurusan Piano di SMA Seni Han Joo. Yoo Seul sangat handal bermain piano bahkan tanpa melihat notasi balok. Ia mendapatkan bakat dari ibunya yang merupakan guru piano
Seo Jin Mok (Shin Jae-Ha) merupakan siswa peringkat dua Jurusan Piano di SMA Seni Han Joo. Jin Mok merupakan rival dari Yoo Seul. Dia berambisi ingin merebut peringkat Yoo Seul. Ia sering disebut “psikopat” karena saat bermain piano dia tidak bisa menciptakan feel sesuai dengan lagu.
Jeong Cha Sik (Ji Soo)merupakan atlet Nasional Lompat Galah dari SMA Atletik Woo Jeong. Cha Sik merupakan siswa yang mudah tersinggung dan sedikit temperamental. Namun Cha Sik sangat menyayangi dan menghargai ibunya. 




Diceritakan, Yoo Seul diantarkan ibunya ke sekolah untuk mengikuti ujian. Undian pertama ujian jatuh pada Jin Mok. Guru menawarkan kepada muridnya siapa yang akan menjadi page turner (pembuka halaman buku notasi) bagi Jin Mok. Yoo Seul pun menawarkan diri. Sontak teman-temannya heran mengingat hubungan mereka cukup sengit. Ibu Yoo Seul berpesan apabila dia ingin menjatuhkan musik, Yoo Seul harus sengaja membuka buku notasi dengan lamban. Namun itu tidak dilakukan Yoo Seul, ia membukakan buku notasi Jin Mok dengan baik.




Di sela-sela permainan Jin Mok, Yoo Seul membayangkan masa kecil saat ia ikut ibunya memberikan les privat piano Jin Mok. Ibu Yoo Seul meminta Jin Mok untuk memainkan piano dengan perasaan. Namun Jin Mok tidak terima dengan perkataan ibu Yoo Seul dan meminta ayahnya untuk mengganti guru pianonya. Jin Mok tidak ingin diajar oleh guru piano yang tidak pernah mendapatkan pendidikan di luar negeri. Ibu Yoo Seul meminta untuk tetap menjadi guru Jin Mok. Namun ayah Jin Mok tidak dapat menolak permintaan ayahnya dan meminta Ibu Yoo Seul untuk selanjutnya tidak mengajar lagi. Yoo Seul keberatan dengan Jin Mok. Dia kemudian mencontohkan kepada Jin Mok bagaimana bermain piano seperti apa yang dikatakan ibunya. Sontak Ibu Yoo Seul kaget melihat putrinya dapat bermain piano dengan benar walaupun dia tak pernah mengajari putrinya. Jin Mok tak suka melihat Yoo Seul dibanggakan oleh ibunya lantas menjept jari Yoo Seul. Ibu Yoo Seul pun marah atas perlakuan Jin Mook dan berjanji pada dirinya sendiri tak akan pernah mengajar Jin Mok lagi.




Kembali ke ujian, sekarang giliran Yoo Seul yang mendapatkan kesempatan untuk memainkan piano. Dan tanpa disangka Jin Mok menawarkan untuk menjadi page turner. Dan tanpa diduga saat seharusnya Jin Mok membalik buku notasi untuk Yoo Seul, dia malah menjatuhkannya. Permainan piano pun terhenti sejenak. Namun tak lama Yoo Seul melanjutkan kembali permainannya tanpa melihat notasi. Hal itu membuat para guru dan audience berdecak kagum.




Di setting lainnya yaitu kompetisi lompat galah. Jeong Cha Sik sedang menunggu giliran untuk melompat. Saat itu ia melihat tas ibunya tidak sengaja dijatuhkan oleh seorang wanita dan bibi itu tidak meminta maaf. Melihat hal itu Cha Sik tidak terima dan mulai memaki bibi itu. Bibi itu membawa spanduk menyemangati anaknya. Cha Sik yang melihat, menantang anak bibi itu. Ia berkata akan mengalahkan anak bibi itu dan ternyata anak bibi itu adalah Atlet Nasional peringkat satu. Cha Sik pun semakin berambisi mengalahkannya. Ia pun mencoba mengungguli anak bibi itu dan tak disangka ia pun berhasil. Cha Sik pun kembali mencoba menaikkan rekornya. Namun terdapat insiden yang menyebabkan Cha Sik harus dibawa ke rumah sakit. Apakah insiden itu dan bagaimana keadaan Cha Sik?





Kembali ke Yoo Seul, selepas ujian Yoo Seul tak sengaja bertemu dengan Jin Mok. Yoo Seul sempat bersitegang dengan Jin Mok dengan melontarkan hinaan. Jin Mok pun terluka dan ia berdoa agar orang yang menghina dia diberikan balasan setimpal. Selepas doa yang dipanjatkan Jin Mok, terjadi peristiwa yang mengubah Yoo Seul apakah itu?

To Be Continued ... 


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

ME

Da journal
Lihat profil lengkapku

About me

I'm Indonesian. I'm moslem and I proud because it.

Visitor

Categories

Book (6) Review (6) KDrama (5) DIY (3) Traveling (3) Trip (3) #HariBloggerNasional (1) #InovasiBCA (1) #MyBCAExperience (1) Beauty (1) Food (1) Lifestyle (1) Perbankan (1) story (1)

Blog Archive

  • ▼  2017 (4)
    • ▼  Maret (1)
      • #3 DIY : Bunga Origami
    • ►  Februari (3)
  • ►  2016 (13)
    • ►  November (1)
    • ►  Oktober (1)
    • ►  September (1)
    • ►  Juli (1)
    • ►  April (2)
    • ►  Maret (4)
    • ►  Januari (3)
  • ►  2015 (5)
    • ►  Oktober (2)
    • ►  Agustus (3)

recent posts

Popular Post

  • #2 [DIY] : Birthday Banner
    Assalamualaikum readers Pada kesempatan kali ini saya akan berbagi kepada kalian cara membuat birthday banner dalam rangka birthday ...
  • [Review Novel] : Bumi
    Assalamualiakum readers . First posting di tahun 2017 kita awali dengan membaca novel. Yah, walaupun ini novel lama, tapi nggak masalah a...
  • [Review Novel] : Bulan
    Next posting masih berhubungan sama postingan sebelumnya BUMI . Judul Buku     : Bulan Penulis            : Tere Liye Pene...

Created with by ThemeXpose | Distributed By Gooyaabi Templates